Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melancarkan kritik tajam terhadap Donald Trump dalam kampanye Partai Demokrat di Morrow, Georgia. Obama menilai keputusan perang melawan Iran sebagai langkah fatal yang membahayakan keamanan nasional sekaligus memicu lonjakan biaya hidup masyarakat.
Kritik Kebijakan Perang dan Dampak Ekonomi
Obama menyampaikan pandangannya tersebut untuk mendukung Senator Jon Ossoff dan Keisha Lance Bottoms menjelang pemilu paruh waktu yang akan menentukan penguasaan Kongres AS. Ia menyebut pemerintahan saat ini mengambil langkah keliru dengan memulai konflik bersenjata yang tidak diinginkan siapa pun.
Menurut Obama, seperti dilaporkan Al Jazeera, konflik dengan Iran membuat persediaan rudal pencegat Patriot milik Amerika Serikat menipis dan meningkatkan kerentanan negara. Selain itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengganggu jalur pasokan energi global yang berimbas langsung pada kenaikan harga minyak serta bahan bakar diesel di dalam negeri.
Sorotan Kebijakan Tarif dan Sindiran Gedung Putih
Selain masalah peperangan, Obama menyoroti kebijakan tarif perdagangan Trump yang dinilai memberatkan konsumen karena harga barang ikut melonjak. Ia juga mengkritik hubungan dagang dengan Kanada serta sikap pemerintah terhadap sekutu-sekutu luar negeri Amerika.
Dalam pidatonya, Obama menyindir gaya kepemimpinan Trump yang dianggap lebih mengutamakan renovasi dan dekorasi emas di Ruang Oval ketimbang mengatasi persoalan mendesak negara. Ia mengakhiri pidatonya dengan mengingatkan bahwa kebohongan dan intimidasi dari pejabat tinggi dapat merusak tatanan publik di tengah pertarungan politik seputar isu ekonomi dan perang.







