Dunia

Rekor Partisipasi Pemilu Israel di Tengah Persaingan Ketat

Rekor Partisipasi Pemilu Israel di Tengah Persaingan Ketat
Daftar Isi
  1. Tingkat Partisipasi Pecahkan Rekor
  2. Persaingan Ketat Netanyahu dan Eisenkot
  3. Isu Utama dan Pemilih Pemula

Pemilihan umum Israel mencatatkan tingkat partisipasi tertinggi dalam sejarah pada pertengahan hari pemungutan suara pada Selasa (27/10/2026). Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan berat dari mantan kepala militer Gadi Eisenkot dalam pemilu pertama sejak serangan 7 Oktober 2023.

Tingkat Partisipasi Pecahkan Rekor

Komisi Pemilihan Umum Israel melaporkan bahwa tingkat partisipasi pemilih mencapai 44,9 persen pada pukul 14.00 waktu setempat. Kepala komisi, Dean Livne, menyatakan bahwa sekitar 3,29 juta warga Israel telah memberikan suara mereka pada titik tersebut, menjadi angka partisipasi tertinggi pada jam yang sama sejak lembaga tersebut mulai mengumpulkan data komparatif pada 1973.

Sebelumnya, partisipasi pada tiga jam pertama pemilu juga mencatat rekor tertinggi dalam beberapa dekade, yakni mencapai 16,68 persen pada pagi hari, naik dari 15,9 persen pada pemilu 2022. Sebanyak 7,3 juta warga Israel memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilu kali ini, termasuk sekitar 1,2 juta warga Arab Israel dan lebih dari 640.000 pemilih pemula.

Persaingan Ketat Netanyahu dan Eisenkot

Pemilu ini dipandang sebagai penentuan nasib bagi Benjamin Netanyahu, perdana menteri paling lama menjabat di Israel, yang memimpin pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah negara tersebut. Ia bersaing ketat dengan Gadi Eisenkot, pemimpin partai oposisi baru Yashar yang merupakan mantan kepala staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Setelah memberikan suaranya di Holon, Eisenkot menyerukan kepada warga untuk menyingkirkan apa yang ia sebut sebagai pemerintahan terburuk dalam sejarah Israel. Sementara itu, Netanyahu yang mencoblos di Yerusalem menuduh partai-partai Arab berusaha mencuri pemilu, yang kemudian ditanggapi oleh Komisi Pemilihan Umum bahwa tidak ada indikasi manipulasi suara secara sistematis.

Isu Utama dan Pemilih Pemula

Isu keamanan, pengelolaan perang di Gaza, ancaman dari Iran dan Hezbollah, wajib militer bagi pria ultra-Orthodox, serta reformasi sistem peradilan mendominasi kampanye pemilu kali ini. Sementara itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih muda cenderung mendukung partai-partai sayap kanan, khususnya Otzma Yehudit yang dipimpin oleh Itamar Ben-Gvir.

Di sisi lain, partai-partai Arab diproyeksikan memainkan peran penentu dalam pembentukan koalisi pemerintahan berikutnya, dengan tingkat partisipasi pemilih Arab yang diperkirakan meningkat signifikan. Pemungutan suara dijadwalkan ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat, di mana stasiun televisi akan langsung merilis hasil jajak pendapat cepat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *