Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan mereka dalam mencegat serangkaian proyektil dari Yaman yang mengincar berbagai kota di wilayah Saudi selama akhir pekan lalu. Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa serpihan dari dua rudal balistik yang hancur jatuh di kawasan Jeddah, Taif, Rabigh, serta Wadi Al-Mughammas di wilayah Mekkah.
Serangan di Ibu Kota dan Wilayah Lain
Menurut laporan CNN Indonesia, satu drone beserta satu rudal balistik juga sukses dicegat di atas ibu kota Arab Saudi, Riyadh, ketika rangkaian serangan dimulai pada Sabtu (24/10) malam. Pasukan koalisi kemudian melanjutkan pencegatan terhadap sebuah rudal jelajah yang mengarah ke Khamis Mushait menjelang tengah malam pada Minggu (25/10), sementara bunyi sirene peringatan berkumandang di seluruh area Taif dan Jazan.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, Jasem Mohamed Albudaiwi, menilai rangkaian serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kesucian tempat-tempat suci serta bentuk provokasi bagi sentimen umat Islam di seluruh dunia. Di sisi lain, milisi Houthi di Yaman memberikan bantahan dan menyatakan mereka tidak pernah menargetkan situs-situs suci umat Islam di Saudi.
Dampak terhadap Penerbangan dan Peringatan Houthi
Sebelumnya pada Sabtu (24/10) malam, pihak Riyadh mengumumkan bahwa operasional penerbangan internasional dari Bandara Internasional King Khalid dialihkan kembali melalui Terminal 2 mulai Minggu (25/10), sedangkan Terminal 1 difokuskan khusus bagi penerbangan domestik. Keputusan tersebut diambil menyusul penangguhan penerbangan di bandara Riyadh akibat gelombang serangan dari kelompok Houthi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat sipil agar menjauhi area bandara di Riyadh. Saree menegaskan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh tidak aman karena dikategorikan sebagai target militer serta memperingatkan maskapai penerbangan, karyawan, hingga para pelancong.
Konflik bersenjata di Yaman sendiri telah berlangsung sejak milisi Houthi berhasil merebut ibu kota Sanaa pada September 2014, yang memaksa pemerintah Yaman menyingkir ke wilayah selatan. Pertempuran di negara tersebut sempat mengalami gencatan senjata singkat sebelum kembali memanas akibat serangan pasukan pemerintah terhadap Bandara Internasional Sanaa guna mencegah kedatangan delegasi Houthi dari Teheran.







