Produsen mobil mewah asal Jerman, Audi, mempertahankan keputusan mereka untuk membangun fasilitas produksi senilai US$4 miliar di negara bagian Georgia, Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil di tengah proses restrukturisasi perusahaan induk Volkswagen serta bayang-bayang kebijakan tarif impor.
Strategi Produksi Lokal dan Tantangan Tarif
Menurut Kepala Eksekutif Audi Gernot Dollner, produksi secara lokal merupakan langkah terbaik bagi merek tersebut. Penjualan Audi mengalami pelemahan dalam dekade ini di tengah kenaikan biaya operasional serta kebijakan tarif yang diterapkan oleh Donald Trump terhadap kendaraan asal Jerman dan negara lain yang masuk ke Amerika Serikat. Saat ini, tarif yang berlaku untuk kendaraan asal Jerman berada di angka 15 persen, turun dari sebelumnya 25 persen.
Sepanjang tahun lalu, beban tarif impor di Amerika Serikat merugikan Audi hingga 1,2 miliar euro atau setara dengan US$1,4 miliar. Kerugian tersebut terjadi karena Audi selama ini mengimpor seluruh kendaraan untuk pasar Amerika Serikat langsung dari kawasan Eropa atau Meksiko.
Dollner mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump sempat meminta Audi untuk mengumumkan rencana pabrik baru tersebut dalam sebuah kampanye akbar di Georgia untuk mendukung Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
“Itu adalah sebuah proyek tiga tahun yang pada akhirnya, secara kebetulan, berujung pada momen kemarin,” ujar Dollner pada hari Minggu. “Dengan menghormati jabatan dan negara, kami memenuhi undangan tersebut.”
Rencana Kapasitas dan Target Pasar
Dollner menambahkan bahwa Audi menjadi merek kendaraan mewah asal Jerman terakhir yang mendirikan basis produksi di Amerika Serikat setelah Mercedes-Benz dan BMW mendahului langkah serupa.
Pabrik di Georgia tersebut dijadwalkan mulai memproduksi model Q7, Q8, dan Q9 pada awal dekade 2030-an. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 unit kendaraan setiap tahunnya. Pihak pabrikan menyebutkan bahwa sekitar separuh dari total produksi tersebut akan diekspor ke luar wilayah Amerika Serikat.
“Ini agar Audi jelas menjadi pemain utama di pasar AS,” ucap Presiden Audi of America Vito Paladino dalam sesi diskusi meja bundar. Ia juga menyampaikan bahwa rincian lebih lanjut mengenai investasi serta produksi di Amerika Serikat akan segera diumumkan.
Catatan pengiriman kendaraan Audi di Amerika Serikat terpantau mendatar hingga kuartal ketiga tahun ini. Tren tersebut mengikuti penurunan sebesar 16 persen yang tercatat dari periode 2024 hingga 2025.
Sumber: US Top News and Analysis






