Teknologi

Ulasan Sistem Operasi Googlebooks, Perlu Banyak Peningkatan

Ulasan Sistem Operasi Googlebooks, Perlu Banyak Peningkatan
Daftar Isi
  1. Evaluasi Perangkat Keras dan Harga
  2. Pengaturan Awal dan Antarmuka
  3. Dukungan Aplikasi dan Integrasi Android
  4. Fitur Kecerdasan Buatan Gemini

Google resmi meluncurkan sistem operasi Googlebooks bersama para mitra perangkat keras dengan janji integrasi erat antara ponsel Android dan laptop baru tersebut. Setelah pengujian intensif selama beberapa minggu, sistem operasi baru ini dinilai masih membutuhkan banyak pengembangan sebelum dapat bersaing secara optimal di pasaran.

Evaluasi Perangkat Keras dan Harga

Sebagian besar pengujian dilakukan menggunakan ASUS Googlebook 14 seharga 1.299 dolar Amerika Serikat yang dilengkapi layar sentuh OLED dengan kaca Gorilla Matte untuk mengurangi pantuan cahaya. Perangkat ini ditenagai cip Intel Core Ultra 5 dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB. Pengujian juga dilakukan pada Acer Googlebook 14 dan HP Googlebook 14 yang menggunakan prosesor Snapdragon X Elite X1E-80-100, di mana performa keduanya terasa serupa meskipun masa pakai baterai HP dinilai lebih baik.

Googlebooks diposisikan sebagai komputer kelas atas dengan harga yang sesuai. Acer Googlebook 14 menjadi model termurah mulai dari 899 dolar Amerika Serikat, menjadikannya jauh lebih mahal dibanding hampir semua Chromebook di pasaran. Keterbatasan fitur pada perangkat ini menjadi lebih sulit ditoleransi pada kisaran harga seribu dolar, di mana konsumen sudah bisa mendapatkan komputer Windows atau Mac yang jauh lebih serbaguna.

Pengaturan Awal dan Antarmuka

Proses pengaturan awal Googlebooks sangat menekankan keterhubungan dengan ponsel, di mana pengguna dapat memindai kode QR atau menggunakan notifikasi pada ponsel Pixel untuk menyinkronkan akun Google dan menyalin data. Tampilan antarmuka desktop sepintas mirip dengan ChromeOS, namun dengan bilah tugas yang khusus diperuntukkan bagi aplikasi, sementara informasi tanggal, waktu, dan notifikasi dipindah ke lajur tipis di bagian atas layar.

Perubahan tata letak ini menghilangkan beberapa fitur praktis dari ChromeOS seperti integrasi kalender dan daftar tugas pada tampilan tanggal dan waktu. Selain itu, sinkronisasi kelompok tab pada peramban Chrome tidak muncul di Googlebooks dan baru akan ditambahkan pada pembaruan mendatang. Pemasangan aplikasi web juga sempat mengalami kendala pada masa awal penggunaan sebelum akhirnya diperbaiki melalui pembaruan sistem.

Dukungan Aplikasi dan Integrasi Android

Pilihan aplikasi pada Googlebooks terbagi antara alat berbasis web dan aplikasi Android dari Google Play Store. Kendala utama yang masih bertahan adalah kurangnya optimalisasi aplikasi Android untuk layar berukuran besar, sehingga banyak aplikasi hanya membentangkan tampilan ponsel tanpa memanfaatkan ruang layar laptop dengan baik.

Kendati demikian, sejumlah aplikasi bawaan Google seperti Keep, Kalender, dan Foto sudah disesuaikan dengan baik untuk layar besar. Keunggulan utama Googlebooks terletak pada integrasi mendalam dengan ponsel Android, termasuk fitur untuk melakukan *casting* aplikasi ponsel ke jendela terpisah di laptop serta melanjutkan aktivitas yang sedang dikerjakan di ponsel secara instan.

Fitur Kecerdasan Buatan Gemini

Googlebooks menghadirkan berbagai fitur kecerdasan buatan Gemini, salah satunya adalah Magic Pointer yang memungkinkan pengguna menyeleksi bagian layar menggunakan tetikus untuk dianalisis oleh Gemini. Terdapat pula fitur Rambler untuk mendikte pesan menggunakan suara sekaligus menyaring kata pengisi dan memperbaiki kalimat secara otomatis. Selain itu, pengguna dapat membuat widget layar beranda khusus untuk mempermudah akses informasi seperti prakiraan cuaca.

Meskipun jajaran perangkat Googlebooks menawarkan kualitas pembuatan yang sangat baik dengan layar yang memukau, harga jual yang melampaui seribu dolar membuat sistem operasi ini harus bersaing langsung dengan komputer Windows dan MacBook Air yang memiliki perangkat lunak jauh lebih matang. Google diharapkan dapat memperluas jangkauan harga perangkat keras serta mematangkan sistem operasinya di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *