Teknologi

Ulasan Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Standar Baru Baterai

Ulasan Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Standar Baru Baterai
Daftar Isi
  1. Peningkatan Desain dan Kualitas Layar
  2. Daya Tahan Baterai dan Kinerja Sehari-hari
  3. Antarmuka Perangkat Lunak dan Ekosistem Kesehatan
  4. Fitur Pelacakan Biometrik dan Pemantauan Tidur

Samsung kembali menghadirkan jam tangan pintar melalui Galaxy Watch Ultra 2 yang dijual seharga USD700 atau sekitar Rp11 juta. Perangkat ini membawa peningkatan signifikan pada aspek ketahanan baterai dan performa, serta menawarkan berbagai metrik pelacakan kesehatan yang unik.

Peningkatan Desain dan Kualitas Layar

Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan layar berukuran 1,52 inci yang sedikit lebih besar dan mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 5.000 nits, meningkat tajam dari batas maksimum 3.500 nits pada versi sebelumnya. Perangkat ini memiliki ketebalan 10,7 milimeter dengan bobot 61,5 gram dan hanya tersedia dalam satu ukuran yaitu 47 milimeter. Samsung tetap mempertahankan sistem tali jam *Dynamic Lug System* yang membatasi pilihan tali pada produk buatan Samsung maupun segelintir produsen pihak ketiga.

Bagian fisik jam tangan ini tidak lagi menyertakan bezel berputar, sementara tombol di sisi kanan menonjol lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini memiliki casing titanium tahan benturan serta perlindungan debu dan air dengan sertifikasi IP69K dan ketahanan air hingga 10 ATM atau kedalaman 100 meter. Kendati demikian, aplikasi khusus penyelaman yang dijanjikan saat peluncuran belum juga tersedia berbulan-bulan kemudian.

Daya Tahan Baterai dan Kinerja Sehari-hari

Kapasitas baterai meningkat dari 590mAh pada model pendahulunya menjadi 800mAh. Dipadukan dengan cip Snapdragon Wear Elite, perangkat ini diklaim mampu memberikan masa pakai baterai yang optimal.

Pengguna dengan penggunaan sedang hingga ringan yang mengaktifkan fitur *always-on display* dapat menikmati daya tahan hingga tiga hari sebelum baterai turun di bawah 20 persen. Penggunaan tersebut mencakup penerimaan notifikasi, pelacakan latihan gym selama satu jam setiap hari, pemutaran musik dan siniar, serta pemantauan tidur setiap malam. Tanpa pelacakan olahraga atau dengan menonaktifkan layar *always-on*, masa pakai baterai dapat mencapai empat hingga lima hari.

Antarmuka Perangkat Lunak dan Ekosistem Kesehatan

Navigasi antarmuka pada Watch Ultra 2 melibatkan kombinasi tiga tombol fisik dan berbagai gestur usap pada layar. Mengusap ke bawah membuka Pusat Kontrol, mengusap ke atas membuka laci aplikasi, mengusap ke kanan menampilkan notifikasi, dan mengusap ke kiri menunjukkan metrik kebugaran serta cuaca. Laci aplikasi menyediakan panel dengan enam aplikasi yang paling sering digunakan untuk memudahkan pencarian di tengah ikon aplikasi yang dinilai terlalu seragam.

Samsung membagi fitur kesehatan menjadi dua aplikasi terpisah, yakni Health dan Health Monitor, guna mematuhi regulasi medis di berbagai wilayah dan menjaga fitur klinis seperti elektrokardiogram (ECG) serta deteksi apnea tidur. Sejumlah fitur baru seperti *Heart Health Score* menggabungkan data tidur, stres, dan aktivitas ke dalam satu angka, meskipun pengguna harus membukanya melalui ponsel pintar yang terhubung.

Fitur Pelacakan Biometrik dan Pemantauan Tidur

Jam tangan pintar ini dilengkapi dengan pemantauan tingkat antioksidan, hidrasi, komposisi tubuh, serta deteksi kebisingan keras yang baru bagi perangkat sandang Samsung. Pelacakan hidrasi ditujukan untuk latihan intensif, sementara pemantauan antioksidan mengharuskan pengguna melepas jam tangan dan menempelkan ibu jari ke sensor belakang untuk melihat tren dan riwayat harian.

Pemantauan tidur mendapatkan pembaruan yang memerlukan data tidur selama tiga hari dari dua minggu terakhir, lebih cepat dibanding tujuh hari pada model sebelumnya. Fitur pembinaan tidur atau *sleep coaching* juga disematkan berdasarkan pola tidur pengguna. Sementara itu, deteksi apnea tidur yang tergabung dalam aplikasi Health Monitor memerlukan pemakaian ketat selama dua malam untuk memantau gangguan pernapasan, meskipun beberapa fitur seperti ECG dan pemantau tekanan darah hanya dapat digunakan jika tersinkronisasi dengan ponsel Galaxy.

Kesimpulan dari ulasan Engadget menyebutkan bahwa Galaxy Watch Ultra 2 berhasil menyaingi lini Watch Ultra milik Apple berkat daya tahan baterai yang unggul dan layar yang sangat cerah. Meskipun beberapa fitur pelacakan kesehatan masih menunjukkan hasil yang beragam, arloji pintar seharga USD700 ini diposisikan sebagai perangkat sandang Samsung yang paling mumpuni bagi para pengguna ekosistem Android.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *