Daftar Isi
Kuartal ketiga 2026 menghadirkan tantangan berat bagi industri otomotif global, dengan Tesla menghadapi penurunan laba bersih dan Volvo mengumumkan pemangkasan ribuan karyawan. Dinamika pasar juga diwarnai oleh kebijakan pembatasan kendaraan BYD di pangkalan militer Amerika Serikat di Jepang serta penghentian produksi varian plug-in hybrid oleh Lexus.
Tesla Hadapi Penurunan Laba dan Rencana Merger SpaceX
Tesla melaporkan hasil kuartal ketiga yang tidak merata dengan pendapatan otomotif inti yang mengalami penurunan 3 persen secara tahun ke tahun menjadi 20,56 miliar dolar AS. Pendapatan dari sektor energi juga merosot 16 persen menjadi 2,88 miliar dolar AS, sementara pendapatan layanan naik 33 persen menjadi 4,61 miliar dolar AS. CEO Elon Musk sempat melontarkan gagasan merger antara Tesla dan perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, dalam panggilan pendapatan perusahaan tersebut.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa anjlok 29 persen menjadi 787 juta dolar AS, atau 22 sen per saham, dibandingkan 1,11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Penurunan profitabilitas ini mencerminkan lonjakan belanja modal yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 3,73 miliar dolar AS akibat investasi pada robot humanoid Optimus dan inisiatif kecerdasan buatan lainnya.
Di sisi lain, adopsi sistem pengemudian semi-otomatis FSD (Supervised) mengalami peningkatan langganan aktif sebesar 67 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,74 juta pengguna. Ashok Elluswamy, wakil presiden Autopilot Tesla, mengatakan dalam panggilan pendapatan bahwa perusahaan berencana memberikan akses sistem FSD (Unsupervised) pada mobil pelanggan sekitar kuartal kedua tahun depan.
Volvo Pangkas 2.500 Pekerja Akibat Pelemahan Pasar
Volvo memutuskan untuk memangkas 2.500 pekerjaan, yang mencakup sekitar 6 persen dari total tenaga kerjanya, sebagai bagian dari rencana perbaikan operasional lanjutan. Produsen mobil asal Swedia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely dari China ini menghadapi tekanan eksternal yang kuat dan kinerja yang lesu di pasar China dan Amerika Serikat.
Kepala Eksekutif Hakan Samuelsson mengatakan bahwa penurunan volume yang parah menuntut tindakan tegas tambahan untuk menurunkan titik impas dan memperbaiki arus kas. Sebagian besar pengurangan tenaga kerja tersebut, yakni sebanyak 2.000 posisi, berbasis di Swedia melalui pengakhiran kontrak konsultan, atrisi alami, dan paket pesangon.
Perusahaan melaporkan bahwa pendapatan di China merosot hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya akibat persaingan ketat dan perang harga yang dipicu oleh merek-merek lokal. Sementara itu, pemulihan di pasar Amerika Serikat terhambat oleh tarif serta berakhirnya insentif pemerintah untuk kendaraan listrik dan hibrida.
Militer AS Larang Kendaraan BYD di Pangkalan Udara Jepang
Militer Amerika Serikat memberlakukan larangan terhadap kendaraan buatan produsen asal China, BYD, di pangkalan udara Kadena di Okinawa, Jepang, atas dasar kekhawatiran keamanan. Kebijakan ini mencakup kendaraan yang digunakan oleh personel pangkalan, kontraktor, entitas komersial, dan taksi tanpa terkecuali.
Kekhawatiran tersebut timbul dari penggunaan kamera dan sensor pada kendaraan yang diyakini dapat mengumpulkan data serta membocorkan informasi sensitif terkait keamanan pangkalan. Langkah ini menyusul keputusan Washington pada bulan Juni yang memasukkan BYD bersama Alibaba, Baidu, dan NIO ke dalam daftar perusahaan yang dinilai membantu militer China.
Lexus Hentikan Produksi Plug-In Hybrid TX
Lexus memutuskan untuk menghentikan varian plug-in hybrid TX550h+ untuk model tahun 2027 sebagai bagian dari penyegaran kecil pada lini kendaraannya. Varian hibrida tertancap tersebut hanya menyumbang 2 persen dari total penjualan model TX tahun ini, dengan pengiriman di AS tercatat sebanyak 953 unit hingga September.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka secara berkala mengevaluasi penawaran lini penggerak untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan regulasi yang berlaku. Untuk tahun 2027, model TX bensin konvensional dan hibrida standar akan tetap ditenagai mesin empat silinder segaris 2,4 liter turbo, sementara harga dasar dipatok mulai dari 58.890 dolar AS.







