Teka-teki matematika menggunakan angka dua menarik perhatian banyak orang dari berbagai tingkat kemampuan. Permainan angka ini berkembang dari tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi menggunakan berbagai operasi matematika.
Dari Sekolah Dasar hingga Tingkat Lanjut
Anak-anak sekolah dasar dapat menyelesaikan beberapa contoh kombinasi dasar. Memasuki sekolah menengah, murid-murid mulai mengenal eksponen dan faktorial yang memperluas jangkauan bilangan yang bisa dibentuk.
Tingkat kesulitan bertambah ketika menggunakan trik seperti menggabungkan angka dua menjadi dua puluh dua. Angka tujuh dikenal sangat sulit dibentuk, namun menjadi mudah jika menggunakan fungsi Gamma.
Tingkat kemampuan matematika yang lebih tinggi memungkinkan penggunaan integral, pecahan berulang, dan operator kombinatorial, termasuk bilangan kompleks. Kegiatan ini bahkan menjadi kegemaran para matematikawan pada era 1920-an sebelum Paul Dirac menemukan solusi umum.
Solusi Umum oleh Paul Dirac
Paul Dirac menemukan cara menyelesaikan teka-teki untuk setiap angka menggunakan akar kuadrat bertumpuk. Jika akar kuadrat diterapkan sebanyak n kali, rumus dasarnya menggunakan logaritma basis-2.
Rumus tersebut awalnya menggunakan tiga buah angka 2. Angka tersebut dapat diubah menjadi empat angka dengan mengganti satu digit menggunakan bentuk akar kuadrat dua ditambah dua.
Cara ini dinilai sesuai dengan aturan teka-teki karena entitas n hanya berfungsi sebagai pembantu untuk menghitung pengulangan akar kuadrat. Setiap bilangan bulat dapat diwakili melalui metode ini, dengan tantangan utama terletak pada penulisan simbol akar kuadrat yang berderet.
Cerita mengenai penyelesaian teka-teki ini bersumber dari buku karya Graham Farmelo yang berjudul The Strangest Man: The Hidden Life of Paul Dirac, Quantum Genius.
Sumber: Hacker News: Front Page







