Pengadilan Southwark Crown di London mendengarkan kesaksian dari mantan asisten pribadi komedian Russell Brand, Helen Berger, yang menyebut mantan majikannya memiliki nafsu seksual tak terkendali. Pernyataan tersebut dibacakan dalam persidangan kasus dugaan pemerkosaan dan kekerasan seksual yang menjerat Brand pada Senin (10/2).
Pernyataan Mantan Asisten Pribadi
Brand, yang kini berusia 51 tahun, menghadapi tiga tuduhan pemerkosaan, tiga tuduhan kekerasan seksual, dan satu tuduhan penyerangan tidak sopan terhadap enam perempuan dalam rentang waktu sepuluh tahun sejak 1999. Mengenakan setelan jas abu-abu dan kemeja putih, Brand duduk tenang di kursi terdakwa saat surat kesaksian dari para saksi penuntut dibacakan. Brand membantah seluruh tuduhan tersebut.
Berger bekerja untuk Brand dari Juni 2006 hingga Februari 2007, periode ketika kepopuleran sang komedian sedang berada di puncak. Berger mengaku memutuskan mundur karena kelelahan dan jenuh dengan tingkah laku Brand. Dalam pernyataan tertulis kepada polisi pada Mei 2024 yang dibacakan oleh jaksa Riel Karmy-Jones KC, Berger mengungkapkan situasi kerja yang dialaminya.
“Though I’d worked with celebrities before and seen a lot of people normalising bad behaviour, this was on another level. I think everyone else normalising and dismissing Russell’s behaviour made me think, I guess, this is just the way it is,” ujar Berger dalam kesaksiannya.
Berger menceritakan bahwa Brand gemar berjalan-jalan hanya menggunakan pakaian dalam tanpa baju. Ia menceritakan momen saat Sadie Frost datang untuk mewawancarai Brand, di mana wawancara tetap berlangsung meskipun Brand hanya mengenakan pakaian dalam dan jubah terbuka. Pada saat itu, Brand memiliki jadwal pekerjaan yang padat, termasuk program Big Brother di Channel 4, acara di MTV dan BBC, siaran radio, tur komedi, kolom mingguan di surat kabar, serta penulisan buku.
“In addition to his busy work, he had an insane sexual appetite and was sleeping with people day and night. He was very open about what his needs were,” kata Berger dalam surat kesaksiannya.
Berger menyebut Brand sering memanfaatkan platform Myspace untuk mencari wanita. Ia juga mengaku kerap diminta meminta nomor telepon para wanita saat syuting acara MTV, tindakan yang membuatnya merasa tidak nyaman. Berger menuturkan pernah harus menahan ibu dan kekasih Brand agar tidak masuk ke ruang ganti karena sang komedian sedang berhubungan intim di dalam. Ia juga mengaku pernah mendengar aktivitas seksual Brand di bilik toilet wanita.
Saat tampil sebagai pengisi acara utama di festival Edinburgh, Berger mengingat Brand mengakhiri pertunjukannya dengan meminta siapa saja yang memiliki “a vagina and heartbeat” untuk menemuinya di sebuah pub. Berger kemudian menemukan Brand sedang berhubungan intim di kamar mandi apartemen yang disewanya. Meskipun demikian, Berger menggarisbawahi batasan dari apa yang dilihaya secara langsung.
“I never witnessed Russell doing anything against the law,” kata Berger, sebelum menambahkan, “I did see Russell treat women poorly.”
Kesaksian Korban Lain di Pengadilan
Selain kesaksian dari Berger, pengadilan turut mendengarkan pernyataan tertulis dari seorang manajer dari wanita yang mengaku diserang secara seksual oleh Brand saat bekerja di Channel 4 pada 2009. Manajer tersebut menceritakan bahwa korban pernah dipaksa oleh rekan Brand, Jack Bayles dan Gareth Roy, untuk memberikan pijatan kepada Brand. Jika menolak, Brand diancam tidak akan melanjutkan proses rekaman hari itu. Manajer itu menceritakan bahwa kedua rekan Brand berada di lokasi, melihat, dan tertawa saat dugaan kekerasan seksual terjadi di hadapan mereka.
Pengadilan juga mendengarkan kesaksian dari saudara perempuan seorang korban yang diduga diserang dan diperkosa secara oral oleh Brand di sebuah bar kawasan Soho pada 2004. Pada 2023, korban menelepon saudaranya sambil menangis untuk menceritakan seluruh peristiwa secara terperinci.
“She said his [Brand’s] eyes had gone completely black and he was possessed or had been a completely different person,” kata saksi tersebut mengingat ucapan saudaranya yang tampak kesulitan bernapas saat bercerita.
Persidangan kasus kekerasan seksual yang melibatkan Russell Brand ini masih terus berjalan di Pengadilan Southwark Crown.
Sumber: World news | The Guardian






