Seorang mantan deputi sheriff di Pinellas County, Florida, Amerika Serikat, ditangkap setelah diduga menyalahgunakan teknologi pembaca pelat nomor otomatis (ALPR) untuk memata-matai kehidupan pribadinya. Ronald Scott, 35 tahun, dituduh menggunakan sistem Flock Safety lebih dari 100 kali untuk melacak keberadaan mantan istrinya, kekasih baru sang mantan istri, serta anggota keluarga lainnya.
Penyalahgunaan Sistem Pelacakan
Ronald Scott, yang telah bekerja di departemen kepolisian selama 10,5 tahun, memutuskan untuk mengundurkan diri sehari sebelum penangkapannya pada 5 November. Pihak berwenang menjeratnya dengan tiga dakwaan terkait akses ilegal ke perangkat elektronik atau komputer, serta satu dakwaan atas pelanggaran jabatan resmi.
Menurut laporan CarScoops, tindakan tersebut baru terdeteksi setelah departemen kepolisian melakukan audit sistem yang ditingkatkan. Penyelidikan menunjukkan bahwa Scott telah melakukan pencarian ilegal sejak Hari Valentine hingga 19 Juni. Selama periode 8,5 bulan tersebut, Scott masih tetap bertugas sebagai polisi aktif sebelum akhirnya perilakunya terungkap oleh sistem audit.
Kritik Terhadap Pengawasan Teknologi
Kasus ini menyoroti kelemahan dalam pengawasan penggunaan teknologi ALPR. Polisi saat ini tidak memerlukan surat perintah untuk mengakses basis data tersebut, dan dalam beberapa kondisi, mereka bahkan tidak diwajibkan menyertakan nomor kasus saat melakukan pencarian. Scott dilaporkan memberikan berbagai alasan palsu untuk menutupi aktivitas pencariannya.
Sheriff Pinellas County, Bob Gualtieri, membela penggunaan teknologi tersebut meskipun terjadi penyalahgunaan. Ia menegaskan bahwa masalah ini terletak pada individu yang menyalahgunakan akses, bukan pada teknologinya sendiri. “Seperti yang berulang kali saya katakan, ini adalah masalah orang, bukan masalah ALPR,” ujar Gualtieri.
Gualtieri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan penyalahgunaan di masa depan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kasus Scott adalah penyalahgunaan terakhir yang akan ditemukan oleh departemennya. Namun, pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Scott merupakan deputi ketiga di Pinellas County yang ditangkap atas kasus penyalahgunaan serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Perdebatan mengenai penggunaan perangkat ALPR oleh pemerintah kini terus berlanjut, dengan fokus pada keseimbangan antara kebutuhan penegakan hukum dan perlindungan privasi masyarakat. Kasus yang melibatkan Scott ini diperkirakan akan semakin memperkuat kritik terhadap kebijakan akses data kepolisian.








