Dunia

Data Pribadi Menlu Italia Bocor akibat Serangan Siber

Data Pribadi Menlu Italia Bocor akibat Serangan Siber

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran peretas yang mempublikasikan data pribadinya di jejaring dark web. Tajani, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Italia, menilai aksi kriminal siber tersebut berkaitan langsung dengan dukungan pemerintah Italia terhadap Ukraina.

Dugaan Motif dan Potensi Ancaman

Melalui unggahan di platform X, Tajani menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber telah menyebarkan data pribadinya selama beberapa hari. Selain mempublikasikan data tersebut, peretas juga terus berupaya mencari informasi tambahan yang berpotensi memunculkan intimidasi serta ancaman baru terhadap diri dan keluarganya.

Meskipun tidak merinci bentuk ancaman yang diterima, Tajani menuturkan bahwa posisi politik Italia terkait Ukraina merupakan alasan utama yang membuat dirinya dijadikan target. “Defending the freedom of a sovereign state, taking a clear stand in support of a nation’s democracy and independence, is dangerous in the eyes of these criminal entities,” ujar Tajani seperti dilaporkan BBC News.

Data rahasia tersebut disebarkan melalui dark web, yaitu kawasan tersembunyi di internet yang tidak dapat terindeks oleh mesin pencari umum dan hanya bisa diakses menggunakan perangkat lunak khusus.

Tanggapan Pemerintah Italia

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan dukungan penuh kepada Tajani dan menuding peretas pro-Rusia berada di balik peristiwa tersebut. Meloni menyatakan bahwa penjualan informasi rahasia milik perwakilan pejabat lembaga negara merupakan ancaman serius yang harus ditangani dengan tindakan tegas.

Selain menanggapi peretasan data, Meloni mengungkapkan kekhawatirannya atas peredaran gambar-gambar palsu yang disebutnya dibagikan oleh sejumlah anggota oposisi di Italia, walau ia tidak memberikan detail mengenai isi gambar yang dimaksud. Sementara itu, pihak Moskow belum memberikan respons publik atas tuduhan ini.

Pemerintah Italia sendiri selama ini terus menyalurkan bantuan kemanusiaan dan militer bagi Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Tajani menegaskan bahwa pemerintah Italia menganggap ancaman siber ini sebagai hal yang sangat serius.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *