Agility Robotics resmi menjadi pengembang robot humanoid pertama yang melantai di bursa saham Amerika Serikat. Langkah perusahaan yang berbasis di Salem, Oregon, ini menandai babak baru dalam industri robotika, meski mereka mengakui bahwa teknologi robot humanoid belum terbukti secara skala besar dibandingkan robot industri konvensional.
Tantangan dan Prospek Bisnis
Dalam dokumen pengajuan sekuritas yang menyertai debutnya di bursa Nasdaq pada 5 November, Agility Robotics secara terbuka menyatakan bahwa robot humanoid belum mencapai tahap komersialisasi luas. Berbeda dengan robot industri yang telah memiliki rekam jejak panjang di pabrik dan gudang selama puluhan tahun, robot humanoid masih menghadapi tantangan pembuktian efektivitas di lapangan.
Perusahaan ini sebelumnya mencatatkan sejarah sebagai pengembang pertama yang menyebarkan robot humanoid untuk penggunaan komersial penuh waktu di gudang pelanggan pada tahun 2024. Melalui penawaran publik ini, Agility memaparkan strategi bisnis mereka yang berfokus pada penyewaan atau penjualan robot untuk menangani pekerjaan manual.
Jonathan Hurst, salah satu pendiri sekaligus kepala petugas robot di Agility Robotics, menjelaskan kepada Ars Technica bahwa model bisnis “robot sebagai layanan” (robots as a service) dirancang untuk meminimalkan risiko bagi pelanggan. Menurutnya, pelanggan bisa mendapatkan pengembalian investasi sejak hari pertama penggunaan karena biaya yang dibayarkan setara dengan upah tenaga kerja manusia, sehingga perhitungan ekonominya menjadi sangat jelas.
Persaingan di Industri Robotika
Agility Robotics merupakan salah satu dari sekian banyak startup yang berupaya mengomersialkan robot humanoid. Namun, perusahaan ini menonjol karena keberhasilannya dalam mengoperasikan robot Digit di berbagai lokasi pelanggan. Beberapa mitra mereka termasuk perusahaan logistik GXO, pabrik Schaeffler di South Carolina, serta lini produksi otomotif Toyota Motor Manufacturing Canada.
GXO, sebagai pelanggan pertama Agility, bahkan telah mengumumkan rencana untuk memperluas penggunaan robot Digit dari gudang mereka di Georgia ke fasilitas tambahan di North Carolina dan Tennessee. Dokumen yang dirilis terkait proses merger Agility dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) ini memberikan gambaran langka mengenai prospek bisnis dan potensi ekonomi unit robot humanoid. Hal ini berbeda dengan sebagian besar pesaing startup lainnya yang masih berstatus perusahaan tertutup dan cenderung tidak terbuka mengenai data operasional mereka.
Sumber: Ars Technica - All content








