Daftar Isi
Konsumsi kokain telah merambah berbagai ruang publik di Inggris mulai dari toilet pub, pesta pribadi, hingga tribun pertandingan sepak bola. Data dari sampel air limbah dan statistik kriminal menunjukkan bahwa pasar obat terlarang ini terus berkembang dengan nilai mencapai miliaran poundsterling.
Konsumsi Meningkat dan Harga yang Fluktuatif
Ilmuwan di Kementerian Dalam Negeri atau Home Office merilis estimasi eksperimental pada Juni lalu yang menunjukkan penggunaan kokain naik sebesar 26 persen antara kurun waktu 2021 hingga 2025. Penduduk di Inggris diperkirakan mengonsumsi 123.000 kilogram kokain pada tahun anggaran 2024-2025, setara dengan 2,5 miliar dosis garis dengan nilai jalanan mencapai £9,8 miliar.
Kendati demikian, survei kejahatan menunjukkan jumlah orang yang melaporkan penggunaan kokain dalam setahun terakhir cenderung stagnan atau sedikit menurun sejak pandemi. Pakar pasar narkoba, Dr Josh Torrance, menjelaskan bahwa analisis air limbah mampu mendeteksi penggunaan yang luput dari survei karena kejujuran responden yang rendah. Menurutnya, meskipun estimasi air limbah memiliki margin kesalahan, arah tren peningkatannya cukup akurat.
National Crime Agency (NCA) melaporkan bahwa harga grosir kokain sempat merosot di bawah tingkat pra-pandemi pada 2022 dan mencapai titik terendah pada 2025, sebelum menunjukkan tanda-tanda kenaikan kembali pada 2026. Torrance mencatat harga pasaran sempat anjlok dari sekitar £1.300 pada Maret 2022 menjadi £700 pada September 2025, sebelum merangkak naik ke kisaran £1.000 pada Juli lalu akibat dugaan gangguan pasokan.
Profil Pengguna yang Menua dan Peningkatan Kejahatan
Survei kejahatan memperlihatkan bahwa kelompok usia muda masih mendominasi penggunaan kokain, meski trennya menurun di kalangan anak muda dan justru meningkat pada usia yang lebih tua. Sebanyak 33.612 orang tercatat mulai menjalani perawatan masalah kokain di Inggris pada 2024-2025, melonjak 57 persen dibandingkan periode 2019-2020. Generasi milenial, khususnya mereka yang berusia 30-an, mendominasi kelompok usia yang mencari bantuan medis.
Berdasarkan data dari 39 kepolisian yang dihimpun The Guardian, terdapat kenaikan 10 persen dalam tingkat kejahatan tercatat yang menyebutkan kokain sejak 2019. Polisi mencatat hampir 30.000 kejahatan yang berkaitan dengan kokain pada 2025, di mana sebagian besar merupakan pelanggaran narkotika, sementara 18 persen lainnya berupa kejahatan kekerasan termasuk penguntitan dan satu kasus pembunuhan, serta sekitar empat persen kejahatan seksual.
Data Kementerian Dalam Negeri juga menunjukkan hampir enam dari sepuluh tes narkoba polisi terhadap tersangka kekerasan dalam rumah tangga menunjukkan hasil positif kokain antara Juli 2025 hingga Juni tahun ini. Tingginya kemurnian kokain di pasaran yang berkisar antara 60 hingga 80 persen turut memperparah risiko kesehatan bagi para penggunanya.
Lonjakan Angka Kematian
Peningkatan jumlah pengguna berusia lebih tua yang tetap mengonsumsi kokain serta tingginya tingkat kemurnian narkoba berujung pada rekor kematian baru di Inggris dan Wales. Separuh dari total kematian akibat kokain yang tercatat tahun lalu melibatkan individu yang berusia di atas 40 tahun, dengan kasus overdosis akut kerap memicu masalah jantung.
Torrance menilai bahwa penuaan pada kelompok pengguna lama tecermin langsung dari kunjungan rumah sakit dan angka kematian. Laporan independen tahun lalu mencatat Inggris kekurangan strategi pencegahan narkoba yang terkoordinasi dengan pendanaan khusus, padahal program pencegahan terbukti efektif secara internasional.
Pihaknya menekankan perlunya investasi pada pencegahan hulu melalui pendidikan narkoba yang lebih dini serta pendampingan bagi kelompok rentan agar dapat terhubung dengan layanan kesehatan. Semakin cepat langkah tersebut diambil, maka semakin sedikit pula dampak buruk yang akan muncul di masa mendatang.
Sumber: World news | The Guardian







