Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan secara serius rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Ia bahkan menyatakan bahwa potensi aksi militer tersebut bisa saja terjadi dalam waktu yang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pertimbangan Serangan Militer
“Kami sedang memikirkan untuk melakukannya, mungkin besok,” kata Trump saat ditanya sejauh mana pertimbangannya mengenai kemungkinan serangan tersebut, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu waktu AS. Dia mengatakan tidak akan ada orang lain yang tahu jika AS benar-benar kembali menyerang Iran, seraya mempertanyakan apakah ia akan memberi tahu publik jika berencana melakukannya.
Trump menuturkan bahwa Iran masih bisa menghindari tindakan militer lebih lanjut dengan mencapai kesepakatan bersama AS. Namun, ia mempertanyakan apakah Teheran akan mematuhi kesepakatan itu.
Tujuan Pencegahan Senjata Nuklir
Trump menegaskan bahwa tujuannya adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Ia menyebutkan bahwa operasi AS sebelumnya, yang melibatkan pesawat pengebom B-2, tidak akan cukup untuk menjamin hasil yang langgeng.
“Saya harus membuatnya permanen,” kata Trump. “Itulah satu-satunya alasan saya melakukan ini.”
Ia juga mengklaim bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat dibandingkan dengan kondisi sebelum perang dimulai, meskipun tidak membeberkan angka spesifik.
Meskipun belum memberikan keputusan tegas mengenai langkah selanjutnya, Trump menyatakan hanya ada pilihan tindakan militer maupun negosiasi sebagai kemungkinan hasil yang bisa terjadi, dan menegaskan bahwa apa pun yang terjadi, pihaknya tetap menang.







