Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam pertandingan derbi London utara di Tottenham Hotspur Stadium pada Sabtu (24/10) pukul 12.45 BST. Duel ini menjadi ujian krusial bagi kedua tim yang tengah berjuang mengatasi masalah performa masing-masing di ajang Women’s Super League (WSL).
Ujian Berat dan Krisis Gol Arsenal
Musim awal di bawah tekanan dirasakan oleh manajer Arsenal, Renee Slegers, setelah timnya hanya mampu mencetak lima gol dalam enam pertandingan liga, catatan terendah kedua di divisi tersebut. Pasukan Slegers belum meraih kemenangan lagi sejak pekan pembukaan melawan Brighton, ditambah hasil imbang tanpa gol di kandang kontra tim promosi Birmingham dan Crystal Palace, serta kekalahan dari Chelsea dan Manchester City yang membuat mereka tertinggal sembilan poin dari zona Liga Champions.
Di sisi lain, secara statistik Arsenal sebenarnya tampil dominan dengan mencatatkan jumlah tembakan ke tiang gawang terbanyak (lima), sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan (283), dan peluang terbanyak ketiga (93). Namun, tingkat konversi tembakan mereka hanya berada di angka 5,9 persen, terburuk di liga, yang kontras dengan kualitas para penyerang seperti Alessia Russo, Stina Blackstenius, dan Olivia Smith.
Menurut mantan pencetak gol terbanyak timnas Inggris, Ellen White, dalam siniar *Women’s Football Weekly* terbitan BBC, para pemain Arsenal terlihat kebingungan dan putus asa meskipun komitmen mereka tidak diragukan. Ia menilai bahwa hari pertandingan nanti akan berjalan sangat tidak nyaman dan hasil imbang tidak akan cukup bagi Arsenal.
Slegers telah mencoba berbagai solusi termasuk merotasi empat penyerang depannya dan melakukan pergantian pemain terbanyak di liga, tetapi belum membuahkan hasil. Tantangan semakin berat dengan cederanya motor permainan Mariona Caldentey akibat masalah hamstring yang diperkirakan absen hingga sepuluh pekan. Mantan kapten timnas Inggris, Steph Houghton, menyebutkan bahwa kualitas individu Arsenal belum menyatu secara maksimal.
Tottenham Bertekad Bangkit dari Tren Negatif
Bagi Tottenham, laga ini menjadi kesempatan untuk membalikkan sejarah pertemuan karena mereka baru mencatatkan satu kemenangan dari 13 pertandingan WSL melawan Arsenal, meskipun musim lalu sempat menahan imbang tanpa gol di kandang. Pasukan asuhan Martin Ho sempat mengawali musim dengan meraih sepuluh poin dari empat laga awal sebelum dihantam kekalahan telak 1-6 dari London City Lionesses dan 6-2 dari Chelsea.
Martin Ho mengakui bahwa timnya belum berada di level tiga besar liga meskipun sempat bersaing di papan atas musim lalu. Kendati demikian, Tottenham memiliki ketajaman lini serang yang menjadi kelemahan tetangga mereka, di mana penyerang seperti Signe Gaupset, Olivia Holdt, dan Kirsty Hanson telah mencetak dua gol atau lebih. Victoria Pelova, yang bergabung dari Arsenal pada musim panas lalu dan telah mencetak lima gol, menjadi pemain paling menonjol di kubu Spurs.
Victoria Pelova mengungkapkan kepada BBC Sport bahwa dirinya memiliki motivasi tersendiri untuk menghadapi mantan klubnya setelah kurang mendapatkan menit bermain pada musim lalu. Sementara itu, gelandang asal Denmark, Olivia Holdt, menyampaikan kepada *BBC Radio 5 Live Drive* bahwa bermain di stadion utama tim pria akan memberikan keuntungan dan dukungan penuh dari para suporter tuan rumah.
Dengan Manchester City, Chelsea, dan London City yang mulai memimpin di papan atas klasemen, kemenangan di Tottenham Hotspur Stadium menjadi harga mati bagi Tottenham maupun Arsenal demi menjaga peluang merebut tiket ke Liga Champions musim depan.
Sumber: BBC Sport






