Daftar Isi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Jumat bahwa wakil kepala staf sekaligus perancang kebijakan imigrasi ketat pemerintahannya, Stephen Miller, akan menduduki posisi baru sebagai kepala staf Gedung Putih. Miller menggantikan Susie Wiles yang telah menduduki jabatan tersebut sejak pelantikan kedua Trump pada Januari 2025.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut dengan menyebut Miller sebagai salah satu penasihatnya yang paling tepercaya. Menurut Trump, Wiles telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan akan beralih ke operasi politik Trump.
Trump juga memuji kemampuan politik serta manajerial Miller. Sementara itu, Wiles menyampaikan bahwa tugasnya di Gedung Putih merupakan sebuah kehormatan seumur hidup. Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah Partai Republik kehilangan kendali atas DPR dan Senat menyusul kekalahan dalam pemilu sela dari Partai Demokrat.
Salah Satu Penasihat Terlama Trump
Miller yang berusia 41 tahun merupakan salah satu penasihat dengan masa pengabdian terlama di lingkaran Trump, setelah bergabung sebagai penulis pidato dalam kampanye presiden pertama Trump pada 2016. Meskipun memiliki portofolio yang luas sebagai wakil kepala staf, Miller paling dikenal atas kebijakan dan retorika keras Trump di bidang imigrasi.
Penunjukan Miller mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan terus melanjutkan kebijakan imigrasi garis keras, meskipun para pemilih menolak Partai Republik di berbagai wilayah negara tersebut. Miller dikenal kerap mengambil posisi kontroversial dan menjadi salah satu juru bicara paling vokal yang sering tampil di media untuk membela kebijakan ekstrem.
Sosok Kontroversial dan Kebijakan Luar Negeri
Dalam isu imigrasi, gagasan Miller mencakup pengerahan agen federal untuk melakukan 3.000 penangkapan setiap hari serta menyasar para migran yang telah tinggal di AS selama puluhan tahun. Ia secara luas dinilai berperan memperluas kewenangan Dinas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai atau ICE.
Terkait kebijakan luar negeri, Miller pernah membela serangan di luar proses hukum terhadap kapal-kapal di Laut Karibia yang dituduh digunakan oleh penyelundup narkoba, serta mempertahankan operasi militer untuk menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada Januari. Pada bulan yang sama, Miller menyatakan kepada pembawa acara CNN Jake Tapper bahwa AS memiliki hak untuk merebut Greenland.
Miller juga dikenal kerap menyerang para lawan politik pemerintah. Selama kampanye pemilu sela, ia melontarkan sebutan keras kepada Partai Demokrat melalui media sosial serta mempromosikan klaim tidak berdasar mengenai kecurangan pemilu di California dan Alaska.
Di tengah hilangnya kendali Trump atas kedua kamar Kongres, Miller disebut-sebut merancang strategi obstruktif di balik layar bagi Gedung Putih guna menghalangi legislasi dari Partai Demokrat. Menanggapi strategi tersebut, Trump menyatakan bahwa dirinya akan menjadi tokoh veto.
Reaksi Keras dari Partai Demokrat
Menanggapi penunjukan tersebut, anggota DPR dari Partai Demokrat asal New York Hakeem Jeffries menulis di media sosial bahwa Miller adalah seorang xenofobia yang berbahaya. Senator Chuck Schumer juga mengeluarkan pernyataan bahwa Trump tidak belajar apa pun dari kekalahan partainya dalam pemilu.
Schumer menyebut Miller sebagai perancang kebijakan yang paling tidak manusiawi dalam pemerintahan ini. Ia menegaskan bahwa mayoritas politisi Demokrat di Kongres akan melawan agenda tersebut di setiap langkah.








