Dunia

Eks Menteri Turki Ditahan Terkait Korupsi Saham Rp782 M

Eks Menteri Turki Ditahan Terkait Korupsi Saham Rp782 M
Daftar Isi
  1. Penahanan dan Tuduhan Jaksa
  2. Lonjakan Saham dan Keuntungan Fantastis
  3. Rekam Jejak Politik

Pengadilan Turki menahan mantan Menteri Keluarga dan Layanan Sosial, Fatma Betul Sayan Kaya, atas penyelidikan dugaan pelanggaran pasar modal yang berkaitan dengan krisis dana investasi. Kaya disangkakan mendulang keuntungan fantastis dari transaksi saham menjelang gejolak pasar keuangan di negara tersebut.

Penahanan dan Tuduhan Jaksa

Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Anadolu Agency (AA) yang dikutip CNBC Indonesia, pengadilan di Istanbul mengeluarkan perintah penahanan terhadap Kaya pada Jumat (6/11/2026) dini hari. Ia dijerat tuduhan melanggar undang-undang pasar modal serta menjadi anggota kelompok yang dibentuk untuk melakukan tindak pidana. Keputusan tersebut diambil usai dirinya menjalani pemeriksaan di unit penanganan tindak pidana pencucian uang di bawah naungan kantor kejaksaan Istanbul.

Pihak kejaksaan menduga Kaya memegang informasi rahasia yang belum diumumkan ke publik yang dapat berdampak pada pergerakan harga instrumen pasar modal. Penyidik turut mendalami kaitan Kaya dengan Emre Tezmen, mantan eksekutif perusahaan pengelola investasi yang menjadi episentrum krisis tersebut. Di sisi lain, suami Kaya yaitu Ilyas Kaya, dilepaskan dari tahanan namun dikenakan sanksi larangan bepergian ke luar negeri.

Lonjakan Saham dan Keuntungan Fantastis

Dugaan perolehan laba masif ini sebelumnya dibeberkan oleh juru bicara Partai Yeni yang merupakan partai oposisi utama Turki pada bulan September. Perwakilan partai tersebut menyebutkan bahwa pasangan Kaya mendulang sekitar 2,17 miliar lira Turki atau setara dengan Rp783,1 miliar dari pelepasan investasi yang modal awalnya tercatat hanya 163 juta lira atau sekitar Rp58,8 miliar.

Sebagian besar portofolio investasi itu ditempatkan pada instrumen saham perusahaan galangan kapal Ozata Denizcilik yang dibeli pada April 2026. Nilai saham emiten itu melesat secara drastis dari kisaran 220 lira pada awal April hingga mencapai 4.980 lira per 15 September, tepat sebelum gejolak menghantam sektor dana investasi.

Praktik dugaan rekayasa harga saham dengan volume transaksi yang rendah itu memicu krisis likuiditas di pasar. Situasi itu berujung pada kejatuhan harga saham secara drastis pada 16 September yang mengguncang industri dana investasi nasional.

Rekam Jejak Politik

Sebelum tersandung kasus ini, Kaya pernah menduduki posisi sebagai Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Turki pada rentang tahun 2016 hingga 2018. Ia juga dikenal sebagai salah satu figur senior di jajaran Partai AK yang tengah berkuasa.

Kaya memutuskan mundur dari keanggotaan Partai AK pada September lalu, setelah sebelumnya menanggalkan jabatannya sebagai wakil ketua partai tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *