Daftar Isi
Partai Demokrat meraih kemenangan signifikan dalam pemilu sela AS, menguasai Senat, DPR, dan sejumlah kursi gubernur. Keberhasilan ini didorong oleh strategi kampanye yang menghubungkan kekhawatiran pemilih akan biaya hidup dengan isu harga energi, keberadaan pusat data (datacenter), dan krisis iklim.
Strategi Populisme Hijau
Menurut analisis dari lembaga pemikir Climate and Community Institute (CCI), kandidat yang berhasil memenangkan kursi adalah mereka yang mampu mengaitkan krisis biaya hidup dengan krisis iklim. Mereka menyoroti bahwa pihak-pihak yang sama—seperti perusahaan utilitas, perusahaan minyak, pemilik properti korporat, dan pengembang pusat data—menjadi penyebab utama dari kedua masalah tersebut.
Data CCI menunjukkan bahwa kandidat yang mengusung narasi “populisme ekonomi hijau” memenangkan 39 dari 56 pemilihan federal. Johanna Bozuwa, direktur eksekutif CCI, menyatakan bahwa hasil ini membuktikan pemilih menginginkan pemimpin yang mampu membuat kehidupan lebih terjangkau dan berani melawan elit demi kepentingan masyarakat pekerja.
Pakar lingkungan Bill McKibben menilai bahwa meskipun iklim bukan isu utama, pemilih sangat fokus pada masalah yang saling berkaitan. Ia menyebut kebijakan dominasi minyak yang diusung pemerintah saat ini sebagai langkah yang mahal dan tidak efisien. Selain itu, pusat data menjadi isu yang menyatukan pemilih dari berbagai spektrum politik karena dampaknya terhadap kenaikan tagihan listrik.
Agenda Demokrat di Kongres
Kemenangan ini memberikan Demokrat wewenang untuk meluncurkan investigasi dan memanggil saksi terkait keuntungan besar perusahaan minyak di tengah konflik global. Anggota DPR Jared Huffman telah menyatakan komitmennya untuk menyelidiki lonjakan laba industri minyak tersebut.
Demokrat kini memiliki posisi tawar dalam negosiasi anggaran dan dapat menghalangi penunjukan hakim federal atau pejabat kabinet yang anti-iklim. McKibben mendesak Demokrat untuk menggunakan pengaruh mereka guna memulihkan pendanaan bagi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) serta mencegah legislasi yang memberikan imunitas bagi perusahaan minyak atas kerusakan iklim.
Kemenangan Tokoh Iklim di DPR dan Senat
Sejumlah advokat iklim berhasil memenangkan kursi di DPR, termasuk JoAnna Mendoza di Arizona yang berkampanye tentang investasi energi bersih untuk menekan biaya bagi pelanggan. Di California, Randy Villegas memenangkan kursi setelah mengusung pendekatan energi yang mencakup pekerjaan di sektor minyak, gas, serta energi terbarukan. Sementara itu, Will Lawrence di Michigan berhasil menang setelah berkampanye menentang pusat data skala besar.
Di Senat, Abdul El-Sayed memenangkan kursi di Michigan dengan platform keterjangkauan harga dan dukungan terhadap energi terbarukan. Di Ohio, Sherrod Brown menang setelah menyoroti dampak pusat data terhadap kenaikan tagihan listrik sebesar 34 persen sejak 2022. Selain itu, tokoh seperti Ed Markey di Massachusetts dan Roy Cooper di North Carolina juga berhasil mengamankan kursi dengan fokus pada akuntabilitas iklim dan biaya hidup.
Perubahan di Tingkat Negara Bagian
Demokrat juga menyapu bersih sejumlah pemilihan gubernur. Deb Haaland di New Mexico, yang dikenal sebagai pendukung kebijakan iklim, terpilih menjadi gubernur perempuan penduduk asli Amerika pertama. Di Texas, Gina Hinojosa menang dengan mengusung rencana iklim untuk mengurangi emisi, sementara Keisha Lance Bottoms di Georgia terpilih setelah berkampanye untuk mengevaluasi kembali ekspansi pusat data.
Di tingkat lokal, pemilihan komisioner utilitas publik di Georgia beralih ke kendali Demokrat, yang diharapkan dapat menekan biaya tagihan listrik warga. Selain itu, pemilih di Eugene, Oregon, menyetujui aturan yang mengenakan biaya dua persen bagi korporasi besar untuk mendanai pelatihan energi bersih. Di Michigan, langkah untuk melarang utilitas memberikan kontribusi kampanye kepada kandidat yang mengawasi mereka juga berhasil disahkan.
Sumber: Environment | The Guardian








