Mercedes-AMG GT 4-Door Coupe hadir sebagai mobil murni bertenaga baterai pertama dari divisi performa tinggi tersebut. Kendaraan ini membuktikan kemampuannya untuk tampil nyaman baik di lintasan balap maupun di jalan raya perkotaan.
Mengatasi Tantangan Bobot Kendaraan Listrik
Salah satu kendala utama pada kendaraan listrik adalah bobot baterai yang berat, sehingga menyulitkan pabrikan dalam menciptakan kelincahan saat menikung. Namun, pabrikan asal Jerman ini berhasil mengurangi dampak beban baterai yang biasanya menurunkan performa kendaraan listrik setelah pengujian selama dua hari.
Kendaraan ini mampu melaju dengan cengkeraman yang kuat di jalan raya maupun sirkuit berkat penerapan berbagai teknologi mutakhir. Arsitektur mobil sport AMG.EA bekerja secara konsisten untuk mengatur penyaluran tenaga dari ketiga motor penggerak. Sistem tersebut juga mengintegrasikan suspensi Active Ride Control, kemudi dengan sudut hingga enam derajat pada poros roda belakang, serta aerodinamika aktif guna memenuhi standar performa kendaraan berlogo Affalterbach.
Teknologi Motor Fluks Aksial
Komponen teknologi paling menarik pada mobil ini adalah penggunaan motor fluks aksial yang menghasilkan sistem penggerak lebih ringan dan berukuran lebih ringkas. Konfigurasi tersebut terdiri atas dua motor di bagian belakang dengan ketebalan 79 milimeter serta satu motor di bagian depan berketebalan 89 milimeter.
Motor yang diproduksi oleh Yasa dan diakuisisi oleh Mercedes pada 2021 ini mampu menyemburkan tenaga puncak hingga 1.153 tenaga kuda pada varian AMG GT 63. Tenaga nominal yang dihasilkan mencapai 711 tenaga kuda dengan torsi sebesar 2.000 Nm, sementara tambahan tenaga dalam mode Boost dapat diaktifkan selama 63 detik.
Sumber: Ars Technica - All content








