Dunia

Peneliti Bongkar Fakta Baru Asal-usul Kehidupan Bumi

Peneliti Bongkar Fakta Baru Asal-usul Kehidupan Bumi
Daftar Isi
  1. Molekul Penting Justru Hancur Saat Tumbukan
  2. Asteroid hingga Mars Jadi Alternatif
  3. Teori Komet Belum Sepenuhnya Gugur

Teori yang menyebut komet sebagai pembawa bahan dasar kehidupan ke Bumi mulai dipertanyakan setelah penelitian terbaru menemukan benturan komet dengan Bumi purba justru menghancurkan molekul organik. Temuan dari jurnal Scientific Reports tersebut berpotensi menggoyahkan teori yang telah berkembang selama puluhan tahun.

Molekul Penting Justru Hancur Saat Tumbukan

Selama ini, komet yang tersusun atas es, debu, dan material organik diyakini berperan menyediakan air serta senyawa organik untuk memulai pembentukan kehidupan melalui konsep panspermia yang berkembang sejak 1961. Namun, simulasi komputer terbaru menunjukkan proses tersebut tidak berjalan semudah perkiraan.

Tim peneliti menggunakan model pembentukan komet untuk mensimulasikan kondisi Bumi lebih dari 4 miliar tahun lalu sebanyak 100.000 kali. Hasilnya menunjukkan 54 persen simulasi tidak memperlihatkan tumbukan, sementara 46 persen sisanya mencatat setidaknya satu tumbukan dengan sebagian sangat kecil menghasilkan hingga tiga tabrakan.

Richard Anslow, peneliti yang melakukan riset saat menempuh program doktoral di Institute of Astronomy, University of Cambridge, Inggris, menyatakan bahwa sebagian besar tumbukan tidak memungkinkan molekul organik bertahan seperti dilaporkan CNN. Menurutnya, kecepatan tumbukan yang sangat tinggi membuat material berisiko rusak sebelum dimanfaatkan.

Penelitian ini menyoroti hidrogen sianida atau HCN yang terdeteksi pada puluhan komet seperti Komet Halley dan Hale-Bopp. Senyawa tersebut merupakan prekursor penting dalam kimia prabiotik yang dapat menghasilkan asam amino saat bereaksi dengan air.

Namun, tekanan dan suhu tinggi saat komet menghantam Bumi dapat menghancurkan molekul tersebut. Anslow menjelaskan bahwa jumlah HCN yang bertahan kemungkinan tidak cukup, dan akan cepat larut jika jatuh ke lautan.

Asteroid hingga Mars Jadi Alternatif

Apabila komet bukan pemasok utama, para peneliti melihat kemungkinan sup purba di Bumi mampu menghasilkan sendiri molekul yang dibutuhkan. Asteroid juga menjadi kandidat alternatif karena menghantam Bumi dengan kecepatan lebih rendah dan jumlah lebih banyak, diperkuat oleh temuan sampel asteroid Bennu dan Ryugu yang mengandung asam amino.

Di sisi lain, penelitian ini membuka kemungkinan komet justru berperan lebih besar pada Mars purba. Anslow menjelaskan ukuran Mars yang lebih kecil dan jaraknya yang lebih jauh membuat kecepatan tumbukan komet lebih rendah, sehingga HCN memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Teori Komet Belum Sepenuhnya Gugur

Queenie Chan, profesor madya ilmu kebumian di Royal Holloway University of London yang tidak terlibat dalam riset, menilai HCN berpotensi mengalami reaksi kimia sebelum memasuki atmosfer dan menghasilkan senyawa yang lebih stabil. Pandangan serupa disampaikan Nicolle Zellner, profesor fisika di Albion College, Michigan, yang menilai riset tersebut memberikan batasan yang lebih jelas mengenai peran komet.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *