Komunitas pengembang web sering kali mengambil keputusan berdasarkan asumsi atau kesan tanpa bukti nyata. Di era agen kecerdasan buatan, ketika pengembang tidak lagi mengetik kode secara manual, pemilihan kerangka kerja masih sering dilakukan tanpa pengujian terukur.
Uji Coba Berbasis Agen
Untuk mengetahui dampaknya, sebuah uji coba perbandingan dirancang dengan membuat aplikasi Pokémon kecil menggunakan PokéAPI. Agen kecerdasan buatan diminta membangun aplikasi tersebut menggunakan berbagai kerangka kerja JavaScript seperti Next.js, Nuxt, SvelteKit, Angular, dan lainnya. Hasilnya kemudian diuji menggunakan rangkaian pengujian kesesuaian spesifikasi untuk mencegah agen berbuat curang, serta dievaluasi berdasarkan waktu pengembangan, penggunaan token, jumlah baris kode, serta skor performa dan aksesibilitas melalui Lighthouse.
Eksperimen ini menggunakan model Opus 5.5 dengan tingkat usaha tinggi tanpa spesifikasi arsitektur yang kaku agar adil bagi setiap perangkat. Sifat model bahasa besar yang stokastik membuat hasil pengujian bervariasi, sehingga pengujian diulang beberapa kali untuk mendapatkan nilai tengah. Secara umum, SvelteKit, Gracile ditambah Lit, serta Angular tercatat lebih mahal untuk dibangun dibandingkan kerangka kerja lainnya.
Hasil Kualitas dan Pemeliharaan
Dalam pengujian kualitas menggunakan Lighthouse, skor performa, aksesibilitas, dan pergeseran tata letak cenderung serupa di antara berbagai kerangka kerja. Metrik yang lebih dapat diandalkan adalah jumlah bita JavaScript yang dikirimkan, yang sebagian besar mengikuti ukuran kerangka kerja pada sisi klien. Kerangka kerja halaman multipemain cenderung unggul dalam metrik waktu muat terbesar karena langsung merender HTML dengan cepat dibandingkan aplikasi halaman tunggal.
Dari segi pemeliharaan, total baris kode diukur sebagai indikator kesederhanaan. Hono ditambah htmx terbukti mampu menjalankan fungsi yang setara dengan Angular menggunakan sekitar 70 persen lebih sedikit baris kode. Eksperimen ini diharapkan dapat mendorong pengembang untuk menerapkan pengujian yang lebih teliti dalam memilih teknologi web di era kecerdasan buatan.
Sumber: Hacker News: Front Page







