Daftar Isi
Transmisi otomatis dirancang untuk menghilangkan kerumitan berkendara tanpa perlu pedal kopling atau pemilihan gigi secara manual. Namun, sebagian pengemudi mungkin masih bingung mengenai keberadaan posisi netral atau gigi N pada transmisi otomatis dan waktu yang tepat untuk menggunakannya.
Mengenal Berbagai Jenis Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis konvensional menggunakan susunan roda gigi planet dan kopling fluida yang disebut pengonversi torsi untuk menyalurkan tenaga ke roda. Sementara itu, transmisi kopling ganda bekerja mirip transmisi manual tradisional tetapi dikendalikan secara elektronik dengan dua kopling terpisah untuk gigi ganjil dan genap.
Adapun transmisi variabel kontinu atau CVT mengandalkan sabuk yang berjalan di antara dua puli berbentuk kerucut untuk menciptakan rasio gigi. Meskipun pengemudi tidak akan mengalami mesin mati saat berkendara normal, memindahkan tuas ke posisi netral memiliki fungsi yang sama seperti pada mobil manual, yaitu memutus hubungan torsi mesin dari roda penggerak sepenuhnya.
Waktu Tepat Menggunakan Posisi Netral
Kemampuan untuk memisahkan mesin dari roda sangat berguna ketika sebuah mobil otomatis perlu dipindahkan di dalam bengkel saat mesinnya gagal menyala atau saat kendaraan harus ditarik keluar dari parit. Kendati demikian, mobil otomatis konvensional tidak boleh ditarik terlalu jauh dengan kondisi mesin mati dan roda penggerak berada di atas tanah. Pasalnya, komponen transmisi memerlukan aliran fluida untuk mencegah keausan, dan pompa transmisi tidak akan bekerja jika mesin tidak dinyalakan.
Posisi netral juga dapat diandalkan apabila katup gas atau pedal gas macet terbuka lebar, sebuah situasi yang jarang terjadi. Menggeser tuas ke posisi N memungkinkan pengemudi mendapatkan kembali kendali kendaraan karena sistem pengereman tidak perlu melawan dorongan tenaga mesin. Mematikan mesin memang menjadi pilihan lain, tetapi tindakan tersebut dapat menghilangkan fungsi penguat rem dan bantuan kemudi yang justru lebih berbahaya.
Hal yang Harus Dihindari Terkait Gigi Netral
Para insinyur menyatakan bahwa memindahkan gigi ke posisi netral saat mobil sedang berhenti atau dalam kondisi iddle tidak memberikan banyak manfaat. Tindakan tersebut hampir tidak menghemat bahan bakar, sementara perpindahan gigi tambahan antara posisi maju dan netral justru dapat menimbulkan keausan yang tidak perlu.
Hal serupa berlaku ketika kendaraan sedang melaju di turunan karena pengemudi tidak akan menghemat banyak bahan bakar dan justru kehilangan kendali atas mobil. Larangan lainnya adalah menggunakan gigi netral saat memarkir kendaraan. Para ahli menegaskan bahwa pengemudi harus selalu menggunakan posisi parkir atau P, alih-alih mengandalkan posisi netral bersama rem parkir.
Posisi parkir mengaktifkan pengunci mekanis yang menahan poros keluaran transmisi guna memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap risiko mobil bergerak sendiri. Dengan berbagai ketentuan tersebut, posisi netral pada akhirnya merupakan area yang umumnya hanya dilalui pengemudi saat memindahkan tuas dari posisi jalan ke mundur dan sebaliknya.








