Aktor dan komedian Chloe Fineman memberikan pujian terhadap film dokumenter populer mengenai Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan tes darah Theranos yang terjerat kasus hukum, saat menghadiri acara TIME100 Next Gala 2026 di New York City pada 29 Oktober.
Kesan Mendalam Terhadap Film Dokumenter
Film dokumenter berjudul You Can See Everything disutradarai oleh Nathan Fielder bersama Lance Oppenheim. Sinema tersebut mengikuti keseharian Holmes bersama pasangannya Billy Evans beserta kedua anak mereka selama 34 hari pada tahun 2023, tepat sebelum Holmes menjalani masa hukuman penjara federal setelah divonis bersalah atas penipuan pada tahun 2022.
Sejak penayangan perdana di bioskop Amerika Serikat awal bulan ini, film tersebut telah memicu perbincangan hangat di dunia maya, menuai pujian dari para kritikus, serta meraup pendapatan lebih dari 45 juta dolar AS. Fineman, yang menulis profil TIME100 Next 2026 untuk perancang busana Daniella Kallmeyer, menyatakan kekagumannya terhadap karya tersebut di atas karpet merah.
Kisah Lama dan Momen Ikonik
Sebelumnya pada tahun 2019, Fineman sempat mengunggah video parodi dirinya menirukan gaya Holmes melalui Instagram dengan mengenakan sweater turtleneck hitam serta riasan mata tebal yang menjadi ciri khas Holmes kala itu. Video tersebut ia bagikan ulang lewat TikTok pada September lalu menjelang perilisan filmnya.
Di lokasi acara, Fineman berkelakar bahwa Holmes merupakan sosok yang memiliki kesamaan dengannya karena keduanya jarang berkedip. Ia juga mengaku antusias menantikan ragam kostum Halloween yang akan dikenakan masyarakat tahun ini yang terinspirasi dari film dokumenter tersebut.
Lebih lanjut, Fineman mengungkapkan terdapat satu adegan spesifik dalam You Can See Everything yang paling berkesan baginya. Adegan mengocok telur disebutnya sebagai momen yang sangat menghantui bagi banyak perempuan maupun laki-laki, seraya menambahkan bahwa terdapat banyak adegan yang menegangkan di dalam film itu.
Ajang TIME100 Next Gala ini didukung oleh sejumlah mitra yang meliputi Rolex, Toyota, American Airlines, Danantara, Project Management Institute, serta Target.
Sumber: TIME







