Dunia

Atlet dan Eks Menteri Jadi Korban Tewas Kereta Spanyol

Atlet dan Eks Menteri Jadi Korban Tewas Kereta Spanyol

Seorang atlet berusia 24 tahun dan mantan menteri pemerintah termasuk di antara korban tewas dalam kecelakaan kereta api maut yang menewaskan 69 orang di dekat Urda, Spanyol bagian tengah, pada Rabu pagi waktu setempat. Tabrakan yang melibatkan kereta kecepatan tinggi Renfe dan kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur yang sama tersebut juga melukai lebih dari 100 orang, dengan banyak di antaranya mengalami luka serius.

Dampak dan Identifikasi Korban

Benturan keras tersebut menyebabkan gerbong kereta keluar dari rel, sementara kekhawatiran terus meningkat bahwa jumlah korban jiwa masih bisa bertambah di tengah laporan anggota keluarga yang mencari kerabat hilang di berbagai rumah sakit di seluruh wilayah. Jenazah para korban telah dibawa ke lembaga forensik utama di Toledo, tempat keluarga menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi. Peristiwa nahas ini merupakan bencana kereta api kedua di Spanyol pada tahun ini sekaligus yang terburuk dalam sejarah negara tersebut sejak 2013.

Identitas Sejumlah Korban Jiwa

Julieta Gallego yang berusia 24 tahun merupakan seorang atlet lompat jauh Spanyol yang bertanding untuk klub atletik Madrid, AD Sprint. Klub tersebut menyampaikan bahwa seluruh anggota sangat terpukul atas kepergian sang atlet, sementara Federasi Atletik Spanyol (RFEF) mengumumkan kematiannya serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan rekan setimnya. Berdasarkan pemberitaan media lokal ABC yang dikutip dari BBC News, Gallego secara rutin berlomba dalam kejuaraan klub Spanyol dan mencatatkan lompatan terbaik sejauh 5,9 meter. Presiden RFEF, Raúl Chapado, menyatakan kepada media tersebut bahwa kematian Gallego merupakan hantaman yang menghantam lubuk hati keluarga besar atletik, menyebutnya sebagai sebuah kehiupan di masa depan yang harus padam secara tidak adil.

Mantan Menteri Ketenagakerjaan Fátima Báñez yang berusia 59 tahun juga dikonfirmasi meninggal dunia oleh Konfederasi Organisasi Bisnis Spanyol (CEOE) yang pernah dipimpinnya. Pihak organisasi menyatakan bahwa kehangatan, kemurahan hati, dan komitmen mendiang meninggalkan jejak yang tak terhapuskan bagi dunia usaha serta seluruh tim CEOE. Báñez bertugas di pemerintahan di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Mariano Rajoy dari tahun 2011 hingga 2018 dan menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut, di mana ia memperkenalkan reformasi ketenagakerjaan kontroversial pada 2012 yang mempermudah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja dan memicu aksi protes massal. Presiden Wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, memberikan penghormatan dengan menyebut bahwa Spanyol kehilangan figur politik yang hebat dan sosoknya akan sangat dirindukan.

Korban lainnya meliputi petugas Garda Sipil bernama José Manuel Chacón yang berusia 31 tahun, di mana lembaganya mengonfirmasi kematian tersebut melalui pernyataan yang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, kerabat, serta rekan kerja. Selain itu, pengacara keuangan dan perpajakan Antonio Montero Domínguez dikenang sebagai seorang profesional yang teliti dan pekerja tak kenal lelah oleh situs berita hukum El Derecho. Kematiannya dikonfirmasi oleh otoritas pajak Spanyol, tempat ia sempat bertugas sebagai seorang inspektur pada kurun waktu 2012 hingga 2016.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *