Kutu keong atau siput taman dapat mencari perlindungan di kotak pos saat cuaca lembap dan menemukan makanan di sana. Fenomena siput memakan surat pos bukan lagi cerita asing setelah sejumlah laporan dan kejadian di berbagai tempat.
Alasan Siput Menyukai Kertas Surat
Ahli ekologi Simon Mustoe pernah mendapati surat dari Sir David Attenborough dimakan oleh siput. BBC juga melaporkan penutupan sebuah kotak pos Royal Mail di Northumberland akibat siput yang mengunyah kiriman surat. Di forum jaringan perangkat keras Australia, Bunnings, orang-orang mengeluhkan nafsu makan siput terhadap surat pos yang bahkan bisa menghabiskan seluruh surat dalam waktu dua hari.
Komedian Jimeoin, yang pindah ke Australia, sempat bercanda setelah menemukan siput memakan suratnya dan berkata kepada hewan tersebut agar memakan selada alih-alih surat. Dr John Stanisic, yang dikenal sebagai Snail Whisperer, mengatakan bahwa surat terbuat dari bahan nabati yang diproses sehingga masuk akal jika siput memilikinya.
Menurut Stanisic, yang menulis A Guide to Land Snails of Australia dan merupakan peneliti kehormanan di Queensland Museum, Australia memiliki sekitar 2.500 spesies asli. Namun, siput kebun biasa yang didatangkan dari Eropa sejak 120 tahun lalu menjadi pelaku utama yang kerap mengunyah surat.
Siput mencari perlindungan di kotak pos saat kondisi lembap dengan persediaan makanan sebagai bonus. Kelembapan merupakan kunci bertahan hidup bagi siput untuk memproduksi lendir yang mereka butuhkan untuk bergerak dan menjaga tubuh tetap aktif, jelas Stanisic.
Cara Mengatasi Siput di Kotak Pos secara Aman
Dr Isabel Hyman dari Australian Museum mengakui bahwa siput kebun biasa dapat dianggap sebagai hama, namun ia mengimbau pendekatan yang penuh kesadaran dalam mengendalikannya. Penggunaan racun atau pelet siput dapat membunuh predator alami seperti kadal lidah biru, burung, mamalia, serangga, katak, kura-kura, hingga hewan peliharaan seperti anjing.
Untuk menghentikan siput memakan surat tanpa membahayakan satwa lain, Hyman merekomendasikan penggunaan pita tembaga yang dapat menciptakan sengatan listrik ringan saat lendir siput bersentuhan dengan logam tersebut. Cara ini dapat dipadukan dengan membuat sudut tajam yang tidak disukai siput untuk merayap.
Pilihan lainnya adalah menempatkan pasir di sekitar kotak pos karena permukaannya tidak nyaman untuk dilewati siput. Bahan seperti tanah diatom, ampas kopi, atau cangkang telur yang dihancurkan juga dapat digunakan. Sementara itu, umpan siput terbukti efektif menurut Stanisic, tetapi produk tersebut juga dapat mematikan siput asli sehingga tidak boleh digunakan jika properti berbatasan langsung dengan habitat alami seperti semak belukar, meski produk berbahan besi dinilai lebih aman.
Mustoe menyarankan pendekatan yang lebih pragmatis dalam menghadapi hewan purba yang telah berevolusi selama ratusan juta tahun ini. Manusia perlu lebih tangguh menghadapi ketahanan siput dengan cara membersihkan kotak pos dan memeriksa surat secara berkala.
Sumber: Environment | The Guardian







