Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata lokal di kota Oleshky, Ukraina selatan, melalui fasilitasi Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump. Gedung Putih mengumumkan pada Jumat bahwa jeda pertempuran di wilayah yang diduduki pasukan Rusia tersebut dijadwalkan dimulai pada 29 Oktober.
Meskipun Gedung Putih menyebut tanggal 29 Oktober, pihak Rusia mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyatakan akan menghentikan tembakan lebih awal, yakni mulai 27 Oktober pukul 04.00 waktu setempat (01.00 GMT). Oleshky yang berada di garis depan pertempuran dan berjarak sembilan kilometer dari kota Kherson, kini dihuni oleh sekitar 2.000 jiwa dari populasi sebelum perang yang mencapai 24.000 orang.
Melania Trump menyatakan bahwa penduduk Oleshky yang tersisa didominasi oleh warga lanjut usia yang sangat membutuhkan bantuan medis, obat-obatan, makanan, serta air bersih. Menurutnya, masyarakat setempat hidup dengan pasokan listrik yang terbatas, jalan beranjau, serta serangan militer yang terus terjadi. Kota tersebut berada dalam blokade sejak 2025 setelah pertama kali diduduki Rusia pada awal invasi Februari 2022.
Ombudsman Hak Asasi Manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, menyampaikan terima kasih kepada Ibu Negara AS atas tercapainya kesepakatan ini melalui pesan video di Telegram. Lubinets menjelaskan tiga poin utama kesepakatan tersebut, yaitu pemberlakuan gencatan senjata, pengiriman bantuan kemanusiaan, serta izin bagi warga sipil untuk keluar dari Oleshky secara bebas. Ia menambahkan bahwa operasi kemanusiaan ini akan dilakukan secara bertahap dan sangat menantang untuk diterapkan.
Sementara itu, Kantor Lembaga Demokrasi dan Hak Asasi Manusia OSCE melaporkan pernyataan warga Oleshky yang menyebut pasukan pendudukan Rusia sempat melarang mereka meninggalkan kota. Warga juga mengungkapkan bahwa pihak Rusia memanfaatkan warga sipil sebagai tameng untuk melindungi posisi militer di kota tersebut, sebuah tindakan yang tergolong kejahatan perang di bawah hukum kemanusiaan internasional.
Rencana Perundingan Damai di Abu Dhabi
Kesepakatan gencatan senjata lokal di Oleshky tercapai menjelang rencana pertemuan negosiator dari AS, Ukraina, dan Rusia di Abu Dhabi pada bulan depan untuk membahas penghentian perang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan kepada lembaga pemikir Hudson Institute di AS bahwa pertemuan direncanakan berlangsung pada paruh pertama November mendatang.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengonfirmasi kepada kantor berita TASS bahwa persiapan untuk pertemuan tiga pihak sedang berjalan. Menurut Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut jaminan keamanan bagi Rusia dan Ukraina pascatransisi menuju perdamaian akan menjadi topik utama perundingan. Peskov menambahkan bahwa keterlibatan negara-negara Eropa baru akan dilakukan pada tahap berikutnya, meskipun Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin Eropa lainnya menegaskan bahwa Eropa harus dilibatkan dalam pembahasan arsitektur keamanan kawasan tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan makin mendesak Zelenskyy untuk segera mencapai kesepakatan damai. Donald Trump menyalahkan Ukraina atas lonjakan harga bahan bakar diesel di AS, yang juga dipicu oleh konflik AS-Israel melawan Iran hingga menutup Selat Hormuz. Untuk menekan harga bahan bakar, Donald Trump mendukung pembelian diesel dari Rusia. Kremlin mengonfirmasi bahwa kapal tanker pertama yang membawa diesel Rusia telah berlayar menuju AS.
Isu Pembatasan Akses Starshield
Di tengah upaya diplomasi tersebut, muncul kontroversi mengenai dugaan pembatasan sistem komunikasi militer Starshield milik Elon Musk yang diandalkan oleh Ukraina. Donald Trump membantah telah memerintahkan pembatasan jaringan Starlink dan membela Elon Musk saat berbicara kepada wartawan pada Jumat.
Namun, pihak Ukraina menyatakan bahwa gangguan pada sistem komunikasi masih terjadi. Zelenskyy mengonfirmasi kepada saluran berita ABC News bahwa sistem tersebut memang berfungsi tetapi masih dibatasi. Seperti dilaporkan AFP, sumber di Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi terjadinya kehilangan sinyal secara berkala saat menggunakan Starshield dan belum ada kepastian bahwa pembatasan tersebut telah diangkat sepenuhnya.







