Kesehatan

Cukup Membayangkan Latihan Bisa Membuat Otot Lebih Kuat

Cukup Membayangkan Latihan Bisa Membuat Otot Lebih Kuat

Kemampuan propriosepsi atau kinestesis memungkinkan seseorang mengetahui posisi anggota tubuhnya tanpa harus melihat atau menggerakkan mereka terlebih dahulu. Hal ini berhubungan dengan pencitraan motorik, di mana area otak yang bertanggung jawab untuk menggerakkan tubuh turut aktif ketika seseorang hanya membayangkan suatu gerakan.

Sejarah dan Aktivitas Otak Saat Membayangkan Gerakan

Gagasan bahwa tubuh merespons bayangan visual mirip seperti benda yang dilihat secara nyata pertama kali dikemukakan oleh Alexander Bain melalui risetnya pada tahun 1855. Penelitian tersebut kemudian dilanjutkan oleh Edmund Jacobson pada tahun 1931 yang meneliti kaitan antara citra mental dan gerakan otot halus. Pemindaian otak modern menunjukkan bahwa perbedaan antara gerakan nyata dan bayangan terletak pada sinyal penghambat yang dikirimkan bagian otak lain ke sistem motorik, sehingga pesan tersebut tidak sampai ke otot.

Karena mengaktifkan area saraf dan tubuh yang serupa, latihan mental terbukti dapat melengkapi latihan fisik. Jurnal Frontiers in Human Neuroscience melaporkan adanya bukti kuat bahwa pencitraan motorik mendukung pembelajaran motorik, di mana detak jantung dan pernapasan seseorang benar-benar meningkat saat membayangkan sedang berolahraga. Praktik mental ini terbukti meningkatkan kinerja, seperti pada dokter yang berlatih secara mental sebelum melakukan operasi virtual reality atau penelitian psikolog Rutgers Robert Woolfolk yang menunjukkan bahwa orang yang membayangkan memasukkan bola golf memiliki keberhasilan lemparan 30,4 persen lebih tinggi.

Meningkatkan Kekuatan Otot Lewat Imajinasi

Manfaat latihan mental paling terasa pada aktivitas dengan komponen mental yang kuat seperti golf dan bola basket. Kendati demikian, ilmuwan olahraga Guang Yue menemukan temuan mengejutkan bahwa imajinasi bahkan dapat meningkatkan kekuatan otot. Kekuatan kelingking dilaporkan meningkat sebesar 22 persen hanya dengan membayangkan latihan pada otot abduktor di buku jari, hampir menyamai latihan fisik nyata yang meningkatkan kekuatan jari sebesar 30 persen.

Meskipun demikian, latihan mental tidak bisa dijadikan pengganti total aktivitas fisik karena waktu optimal untuk sesi latihan mental adalah 20 menit berdasarkan analisis meta dari berbagai aktivitas fisik. Durasi yang terlalu singkat atau terlalu lama membuat latihan tersebut tidak menempel dengan baik, yang kemungkinan disebabkan oleh kurangnya umpan balik dunia nyata atau kesulitan seseorang untuk berkonsentrasi lebih dari 20 menit.

Jim Davies selaku profesor madya di Institute of Cognitive Science, Carleton University, Ottawa, menjelaskan bahwa bagian otak manusia bereaksi terhadap aktivitas motorik dengan cara yang sama terlepas dari apakah otot tersebut bergerak atau tidak. Melalui pemanfaatan imajinasi tersebut, manusia tetap dapat mengembangkan kemampuan diri secara nyata.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *