Pengembang merilis Proc-CLI versi 1.14.5, sebuah alat baris perintah (CLI) semantik yang dirancang untuk menyederhanakan manajemen proses dan port di sistem operasi macOS, Linux, serta Windows. Alat ini memungkinkan pengguna mencari, menganalisis, dan menghentikan proses aplikasi pada port tertentu hanya dengan satu perintah langsung.
Penyederhanaan Perintah dan Fitur Utama
Proc-CLI dibuat untuk menggantikan rangkaian perintah alur kerja yang rumit, seperti penggabungan perintah pemindaian port dan penghentian proses. Salah satu contoh penggunaannya adalah perintah penghentian port seperti proc kill :3000, yang langsung menghentikan proses yang berjalan pada port 3000 menggunakan sinyal SIGKILL setelah meminta konfirmasi pengguna terlebih dahulu.
Alat ini menyediakan 19 perintah yang terbagi dalam tiga kelompok pekerjaan utama, yaitu pencarian informasi tanpa mengubah sistem, pengubahan status proses, serta pemantauan langsung. Pada mode pencarian, pengguna dapat melihat aplikasi pada port tertentu melalui proc on :3000, melacak asal-usul proses dengan proc why :3000, atau melihat seluruh port yang sedang aktif menggunakan perintah proc ports.
Untuk tindakan pengubahan, Proc-CLI menyediakan opsi seperti stop, kill, free, freeze, dan thaw. Sementara untuk pemantauan, terdapat fitur peninjauan langsung melalui proc watch, penantian proses selesai dengan proc wait, serta pemindaian proses yang sibuk atau terpisah dari induknya.
Dukungan Terintegrasi untuk Agen AI dan Skrip
Selain ditujukan bagi pengembang manusia, Proc-CLI juga dirancang agar dapat digunakan secara optimal oleh agen pemrogram berbasis kecerdasan buatan seperti Claude Code, Codex, Cursor, dan Gemini CLI. Setiap perintah mampu menghasilkan luaran dokumen JSON terstruktur saat menggunakan opsi tambahan –json, sehingga agen AI dapat membaca data tanpa perlu menguraikan format tabel.
Sistem ini juga menerapkan kode status keluar yang konsisten untuk menunjukkan hasil eksekusi, yaitu angka 0 untuk keberhasilan, 1 untuk kesalahan, 2 untuk data tidak ditemukan, 3 untuk akses ditolak, dan 4 untuk masukan yang tidak valid. Pengguna maupun agen AI juga dapat memanfaatkan fitur –dry-run untuk meninjau perubahan yang akan terjadi sebelum perintah benar-benar dijalankan.
Proc-CLI kini dapat diinstal melalui berbagai platform distribusi perangkat lunak seperti npm, cargo, Scoop, Nix, dan Docker.
Sumber: Hacker News: Front Page







