Teknologi

Celah Keamanan Jaringan Gedung Putih dan Ancaman Perangkat Pintar

Celah Keamanan Jaringan Gedung Putih dan Ancaman Perangkat Pintar
Daftar Isi
  1. Temuan Aktivitas Proksi di Gedung Putih
  2. Risiko pada Perangkat Rumah Pintar
  3. Cara Memeriksa dan Melindungi Perangkat

Peneliti keamanan siber menemukan beberapa layanan proksi residensial yang berasal dari jaringan Gedung Putih. Temuan ini mengekspos potensi celah keamanan yang memungkinkan pelaku kejahatan siber merutekan lalu lintas internet melalui alamat IP resmi pemerintah.

Temuan Aktivitas Proksi di Gedung Putih

Perusahaan keamanan Layer3 Intel mendeteksi aktivitas proksi residensial pada AS2650, yaitu jaringan yang terdaftar atas nama Kantor Eksekutif Presiden. Perusahaan keamanan lain juga mengidentifikasi perangkat lunak dari server proksi Infatica, sebuah perusahaan milik pengusaha Rusia yang sebelumnya mengoperasikan penyedia server sewaan untuk peretasan sistem pemilu di Arizona dan Illinois pada 2016.

Meskipun belum ada bukti bahwa akses proksi tersebut digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Gedung Putih, para ahli menyebut hal itu dapat membuka celah bagi peretas untuk mengeksploitasi kerentanan atau menciptakan jalan belakang tanpa pengawasan ke dalam sistem berkeamanan tinggi.

Pendiri Layer3, Sergiy Usatyuk, mengatakan kepada CNET bahwa aktivitas tersebut memberikan pijakan pada jaringan yang sebelumnya tidak bisa dimasuki oleh pihak luar. Usatyuk sendiri pernah mengaku bersalah atas dakwaan federal pada 2019 terkait perannya mengoperasikan situs web yang meluncurkan serangan penolakan layanan atau DDoS.

Dalam laporan mereka, Layer3 menemukan lalu lintas dari enam alamat IP berbeda yang keluar dari jaringan Gedung Putih melalui sedikitnya 28 layanan proksi residensial terkenal antara 5 Oktober hingga 3 November. Sebagian besar aktivitas tersebut terjadi pada malam hari antara pukul 17.00 hingga tengah malam waktu EST.

Kondisi ini mengindikasikan pelakunya mungkin adalah pegawai yang menghubungkan perangkat pribadi ke jaringan Wi-Fi dengan aplikasi yang telah disusupi atau menggunakan kit pengembangan perangkat lunak (SDK) proksi yang berjalan di latar belakang. Jaringan proksi komersial menjual akses ke simpul-simpul ini sehingga siapa pun dapat menyewa alamat IP tepercaya.

Peneliti dari perusahaan pelacak proksi dan VPN, Synthient, membagikan rincian lebih lanjut melalui unggahan di platform X bahwa beberapa staf Gedung Putih menjalankan mesin Windows 11 yang terpasang InfaticaSDK. Mereka menunjuk Rave, sebuah aplikasi populer untuk menonton layanan streaming bersama teman, sebagai mekanisme pengiriman lalu lintas proksi residensial yang terdeteksi di jaringan Gedung Putih.

Sementara itu, salah satu pendiri perusahaan siber Spur Intelligence, Riley Kilmer, menulis dalam unggahan LinkedIn bahwa berbagai jenis perusahaan proksi telah ditemukan di Gedung Putih, termasuk layanan bernama 9Proxy yang kerap digunakan penjahat untuk penipuan perbankan. Pihak Gedung Putih tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNET.

Risiko pada Perangkat Rumah Pintar

Layanan proksi residensial merutekan lalu lintas internet melalui perangkat konsumen seperti ponsel pintar, laptop, atau router rumah agar aktivitas tersebut tampak dilakukan oleh orang sungguhan. Karena televisi pintar, peranti terhubung, dan router rumah biasanya minim pengawasan pengguna, satu aplikasi yang belum diverifikasi atau pembaruan firmware yang kedaluwarsa dapat mengubah perangkat rumah tangga menjadi simpul keluar jaringan proksi komersial.

Pengembang aplikasi kerap mengintegrasikan SDK proksi ke dalam aplikasi gratis untuk mencari pendapatan. Saat pengguna mengunduh aplikasi tersebut, ketentuan layanan sering kali mencakup klausul yang mengizinkan penambahan alamat IP pengguna ke kumpulan proksi pihak ketiga.

Laporan Spur Intelligence pada Juni lalu menemukan bahwa sekitar satu dari tiga aplikasi di televisi pintar Samsung dan LG menjual alamat IP penggunanya. SDK tersebut berjalan secara terus-menerus di latar belakang untuk mendaftarkan IP perangkat ke gateway penyedia proksi, kecuali pengguna menghapus aplikasi atau memilih keluar.

Penggunaan VPN gratis juga dapat memaparkan risiko serupa, di mana alamat IP pengguna dimanfaatkan pihak lain untuk aktivitas terlarang. Panduan Biro Investigasi Federal (FBI) secara spesifik menyebut VPN gratis sebagai salah satu jalur utama aktor jahat mengakses alamat IP.

Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan tidak perlu mengunduh apa pun untuk mendapati alamat IP mereka masuk ke dalam kumpulan proksi, melainkan hanya membeli perangkat yang salah. Investigasi Synthient menemukan lebih dari 1,3 juta perangkat streaming dari produsen asal China, MECOOL, telah terinfeksi SDK proksi, sementara layanan proksi SocksEscort didakwa Departemen Kehakiman pada Maret lalu karena membajak ribuan router untuk klaim tunjangan pengangguran palsu.

Cara Memeriksa dan Melindungi Perangkat

Pemeriksaan apakah alamat IP digunakan oleh layanan proksi tanpa sepengetahuan pemilik dapat dilakukan dengan mudah menggunakan perangkat pengeiksa proksi gratis yang disediakan oleh Layer3 untuk mencari apakah IP terdaftar dalam database mereka yang berisi lebih dari 70 juta proksi. Perusahaan siber GreyNoise turut menyediakan layanan pengecekan IP gratis serupa.

Meskipun alat tersebut dapat menunjukkan apakah lalu lintas proksi melewati jaringan, pengguna tetap perlu melakukan penelusuran mandiri untuk menemukan perangkat spesifik yang menjalankan SDK. Beberapa sumber umum yang kerap menjadi celah meliputi VPN gratis, aplikasi permainan, kotak streaming tanpa langganan, serta televisi pintar.

Pakar keamanan siber menyarankan pengguna untuk selalu memperbarui firmware pada seluruh perangkat yang terhubung ke internet dan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi yang tepercaya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *