Daftar Isi
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melancarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Donald Trump terkait keterlibatan dalam perang Iran dan tingginya harga barang kebutuhan pokok. Pernyataan tersebut disampaikan Obama saat turun gunung berkampanye untuk para kandidat dari Partai Demokrat menjelang Pemilihan Umum Sela AS pada 3 November mendatang.
Saat berbicara di hadapan pendukungnya di Ohio dan Michigan pada Sabtu, Obama menegaskan bahwa pemilu sela ini merupakan kesempatan terbaik bagi warga untuk mengerem berbagai kebijakan tidak masuk akal dari pemerintahan saat ini. Ia menyinggung gejolak ekonomi pascapandemi Covid-19 dan menilai Trump bertanggung jawab atas pembengkakan biaya hidup yang dirasakan masyarakat saat ini.
Sindiran Obama Soal Ekonomi dan Gedung Putih
Obama memahami kekecewaan sebagian pemilih yang sempat berpaling dari Partai Demokrat pada 2024 akibat masalah ekonomi. Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi perekonomian justru semakin memburuk di bawah kepemimpinan presiden petahana.
seperti dilaporkan BBC News, Obama menyindir lonjakan harga barang tanpa menyebut langsung nama pesaingnya tersebut. “Jika Anda menganggap segala sesuatunya terlalu mahal sebelum ‘Anda tahu siapa’, sekarang semuanya jauh lebih mahal,” ujar Obama.
Selain masalah ekonomi, mantan presiden dari Partai Demokrat itu juga mengejek langkah Trump yang melakukan penataan ulang pada interior Gedung Putih. “Ada apa dengan semua emas itu? Dia membuat Gedung Putih terlihat seperti Saddam Hussein membuka Cheesecake Factory,” seloroh Obama di Cleveland.
Respons Trump dan Janji Kampanye di Georgia
Di tempat terpisah, Presiden Donald Trump menggelar reli kampanye di Perry, Georgia, untuk memamerkan capaian kebijakan imigrasi dan tarif impor. Di hadapan para pendukungnya, Trump mengklaim bahwa AS kini berada di masa keemasan.
Trump, yang telah memberikan suaranya lebih awal di Florida pada Sabtu bersama Ibu Negara Melania Trump, mengakui bahwa harga bahan bakar minyak sempat naik akibat perang di Iran dan Ukraina. Namun, ia optimistis harga BBM akan segera turun seiring menguatnya perekonomian negara.
Dalam orasinya, Trump menyebut pemerintahannya berhasil mengumpulkan dana dalam jumlah besar melalui penerapan tarif. Ia kembali menjanjikan insentif tunai sebesar 5.000 dolar AS bagi setiap warga dewasa Amerika jika Partai Republik berhasil menguasai dua kamar di Kongres AS.
Trump juga menyerang kubu Demokrat dengan tuduhan bahwa lawan politiknya akan merusak perbatasan dan menjarah kekayaan warga. Ia melontarkan kritik keras terhadap rencana kebijakan imigrasi Demokrat yang dinilainya terlalu terbuka bagi negara-negara rawan terorisme.
Konflik Iran dan Sengketa Politik Daerah
Isu perang di Iran turut menjadi sorotan kedua tokoh. Obama menilai konflik tersebut justru memberikan kewenangan bagi Teheran untuk mengontrol Selat Hormuz. Menanggapi situasi militer tersebut, Trump menyatakan penanganan perang telah dilakukan secara efektif dan meyakini pihak AS akan keluar sebagai pemenang.
Kedatangan Obama di Ohio sendiri bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mantan Senator Sherrod Brown yang sedang bertarung melawan Senator petahana dari Republik, John Husted. Selain itu, Obama mendukung Amy Acton yang maju dalam pemilihan gubernur melawan kandidat Republik, Vivek Ramaswamy.
Obama dan Acton mengecam keras materi iklan kampanye Ramaswamy yang melintasi batas etika. Iklan tersebut menampilkan ibu kandung Acton yang menuduh anaknya sebagai pembohong, tanpa menyebutkan fakta hukum bahwa suami dari wanita tersebut pernah dijerat tuduhan pemerkosaan terhadap Acton saat masih anak-anak. Acton menilai Ramaswamy telah mengeksploitasi masa kecilnya demi menyelamatkan elektabilitas kampanye yang sedang merosot.
Sumber: BBC News







