Pengiriman perangkat keras milik produsen chip NVIDIA senilai US$11,4 juta dilaporkan hilang saat dalam transit dari Oakland menuju Texas, Amerika Serikat. Meski peristiwa tersebut telah berlangsung lebih dari dua bulan, pihak kepolisian belum menangkap pelaku maupun menemukan kargo yang hilang tersebut.
Kronologi Hilangnya Enam Palet Perangkat NVIDIA
Berdasarkan laporan The Mercury News yang dikutip Ars Technica, sebanyak enam palet peralatan NVIDIA yang belum diketahui jenisnya diangkut dari Oakland pada 29 Agustus lalu menggunakan truk menuju Fort Worth, Texas. Pengangkutan barang tersebut dilakukan sesuai jadwal oleh sebuah truk yang menampilkan logo perusahaan transportasi makanan, sebelum akhirnya kendaraan tersebut hilang dari pelacakan.
Aksi pencurian ini baru terdeteksi pada awal September setelah pihak pembeli menyadari bahwa barang pesanan mereka tak kunjung tiba. Petugas kepolisian yang berusaha melacak rute truk menemukan bahwa kendaraan itu sempat berhenti selama beberapa jam di sejumlah titik usai memuat barang, hingga akhirnya jejak truk hilang di wilayah San Bernardino County, California. Kepolisian Oakland membenarkan adanya laporan pencurian bernilai besar yang diajukan pada 13 September dan menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan.
Tren Aksi Pencurian Perangkat Keras Berteknologi Tinggi
Peristiwa pencurian di Oakland ini menambah panjang deretan kasus perampokan pengiriman perangkat keras yang kian marak. Seperti dilaporkan Ars Technica, para pelaku kejahatan diperkirakan telah menggasak komponen teknologi dengan total nilai melebihi US$100 juta melalui modus serupa sejak Juni lalu.
Mengutip keterangan penyidik yang dilaporkan NBC News, kelompok pencuri tersebut beroperasi dengan perencanaan canggih. Mereka menerapkan berbagai taktik, mulai dari pemalsuan sinyal lokasi GPS hingga sengaja merekayasa tabrakan dengan kendaraan pengawal kepolisian. Komponen-komponen hasil curian itu biasanya dibongkar untuk dijual di pasar gelap atau diselundupkan ke luar negeri, khususnya ke wilayah yang mendapat pembatasan akses terhadap perangkat keras teknologi asal Amerika Serikat.
Sumber: Ars Technica - All content








