Dunia

Putin dan Kepala Keamanan Iran Bahas Pipa Gas di Moskow

Putin dan Kepala Keamanan Iran Bahas Pipa Gas di Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, di Moskow pada Kamis (5/11). Pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan hubungan bilateral, termasuk rencana pembangunan jaringan pipa gas, serta dinamika keamanan kawasan.

Kerja Sama Pembangunan Pipa Gas

Seperti dilaporkan detikcom dari AFP, otoritas Iran mengonfirmasi bahwa agenda utama pertemuan tersebut mencakup penguatan kerja sama energi melalui pembangunan saluran pipa untuk mengimpor gas dari Rusia. Seusai melakukan pembicaraan dengan Putin, Rezaei menilai dialog itu sebagai “pertukaran yang sangat penting”.

Rezaei menjelaskan bahwa pembicaraan kedua pihak berfokus pada proyek pipa gas dari Rusia menuju Iran. Menurut laporan televisi pemerintah Iran dan Kedutaan Besar Iran, langkah tersebut bertujuan membantu Teheran mengatasi krisis gas domestik sekaligus membuka jalur distribusi penjualan gas Rusia ke negara-negara tetangga.

Meski berstatus sebagai salah satu produsen utama energi dunia, Iran terus mengalami kelangkaan gas alam yang menjadi kebutuhan vital untuk mengoperasikan sistem pemanas warga. Masalah pasokan energi ini kian memburuk akibat konflik militer melawan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari lalu. Dalam fase pertempuran paling sengit yang berlangsung hampir 40 hari, serangan Amerika Serikat dan Israel menyasar berbagai infrastruktur strategis Iran, termasuk fasilitas kilang gas alam.

Sikap Terhadap Konflik Timur Tengah

Kemitraan Rusia dan Iran, yang menjadi dua negara paling banyak dijatuhi sanksi di dunia, terus mempererat kerja sama sejak Moskow mengawali operasi militer di Ukraina pada 2022 lalu. Pada awal Oktober, Putin juga sempat menyatakan kesiapan pihak Rusia untuk berpartisipasi dalam mediasi demi mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.

Terkait konflik di wilayah tersebut, Rezaei mengungkapkan bahwa Putin menekankan pentingnya pembentukan mekanisme keamanan regional. Dalam pertemuan itu, pihak Rusia menegaskan kembali pandangan bahwa “campur tangan apa pun oleh kekuatan eksternal tidak dapat diterima” dalam proses penyelesaian situasi di kawasan Timur Tengah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *