Teknologi

Cara Mengenali Kabel USB-C yang Tahan Air dan Aman

Cara Mengenali Kabel USB-C yang Tahan Air dan Aman
Daftar Isi
  1. Peringkat IP untuk Kabel USB-C
  2. Risiko Paparan Air pada Kabel USB
  3. Cara Mengeringkan dan Memilih Kabel

Beberapa kabel USB-C memiliki ketahanan terhadap air, namun pengguna harus mengetahui cara mengenali spesifikasinya dengan benar. Produk tersebut mudah ditemukan di peritel daring seperti Amazon dengan berbagai jenis sambungan, tetapi penting untuk memastikan keandalan segel pelindungnya menurut panduan Engadget.

Peringkat IP untuk Kabel USB-C

Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) mengembangkan standar IEC 60529 yang merupakan kode *Ingress Protection* (IP) untuk menunjukkan tingkat ketahanan benda terhadap debu dan cairan. Angka pertama pada kode tersebut menunjukkan perlindungan terhadap debu, sementara angka kedua menyatakan perlindungan terhadap air.

Kabel USB-C yang tahan air seharusnya memiliki peringkat IP67 atau IP68. Jenis kabel ini umumnya dipakai pada lingkungan berat seperti manufaktur, konstruksi, maritim, dan sistem pengisian daya kendaraan listrik. Adapun rincian peringkat tersebut meliputi:

  • IP67: Kabel yang kedap debu dan mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman satu meter selama maksimal 30 menit.
  • IP68: Kabel kedap debu yang cocok untuk rendaman terus-menerus, biasanya lebih dari satu meter tergantung produsennya.

Risiko Paparan Air pada Kabel USB

Standar USB-C tidak mencakup spesifikasi ketahanan air, sehingga kabel biasa tidak memiliki jaminan keselamatan saat terkena cairan. Konektor USB-C memiliki struktur kompleks dengan 24 kontak yang terhubung ke kabel data atau daya. Jika air masuk ke dalam konektor, hal itu dapat memicu korsleting yang merusak peralatan serta menyebabkan korosi pada kontak dalam jangka panjang.

Kabel basah yang mengalami korsleting juga berisiko menjadi terlalu panas dan memicu kebakaran. Pengguna tidak boleh mencolokkan kabel yang basah, termasuk jenis yang tahan air, ke dalam perangkat elektronik.

Biasanya, perlindungan kabel USB dicapai melalui segel karet silikon, gasket, atau kerah pengunci di sekitar konektor untuk menahan masuknya air. Sebagian produk menggunakan kopling bayonet berulir dengan segel karet yang memadat saat dikencangkan. Kabel untuk paparan air yang lama dapat menggunakan karet sintetis tangguh seperti neoprene atau fluoroelastomer (FKM) yang tahan terhadap bahan kimia.

Cara Mengeringkan dan Memilih Kabel

Apabila kontak tidak menunjukkan tanda-tanda korosi, kabel umumnya aman dipakai kembali setelah kering. Langkah pengeringan dilakukan dengan mencabut kabel, mengguncang bagian ujung konektor untuk mengeluarkan air, lalu membiarkannya mengering selama 24 hingga 48 jam.

Pengguna dilarang mengeringkan kabel menggunakan pengering rambut karena panasnya dapat merusak kabel, serta tidak boleh menggunakan beras karena dapat memasukkan kotoran dan debu ke dalam konektor. Jika kabel menjadi panas saat digunakan setelah dikeringkan, pengguna harus segera menggantinya.

Sejumlah merek kabel tahan air seperti Atlavox, Yale, dan L-Com kelas industri tersedia di peritel perkakas maupun toko teknologi daring. Harga kabel tahan air dasar berkisar sekitar sepuluh dolar, sementara kabel ultra-kokoh untuk lingkungan ekstrem bisa berharga sepuluh kali lipat lebih mahal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *