Dalam sebuah pertemuan dewan pengawas Rumah Sakit Riset Klinik National Institutes of Health (NIH), ketua dewan Jack Leslie menyampaikan teguran tajam terhadap Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. Leslie memperingatkan bahwa kegiatan anti-vaksin yang dilakukan Kennedy dapat merusak reputasi rumah sakit terhormat tersebut, yang sering dijuluki sebagai rumah harapan bagi pasien dengan kondisi langka.
Kritik terhadap Aksi Pemotongan Pita
Leslie menyoroti aksi kejutkan Kennedy yang mendatangi rumah sakit untuk menghadiri upacara pemotongan pita guna meresmikan klinik cedera vaksin andalannya. Acara peresmian tersebut menghadirkan sebuah panel yang diisi oleh orang-orang yang mengaku mengalami cedera akibat vaksin. Mereka duduk di belakang plakat bertuliskan cedera vaksin serta berdiskusi langsung dengan Kennedy dan pejabat tinggi pemerintahan Trump lainnya.
Sebelum menyampaikan kritik tersebut, Leslie menyadari bahwa sebagian pihak mungkin lebih memilih agar dewan tetap diam menghadapi langkah-langkah Kennedy. Namun, ia menilai sikap bungkam justru akan menjadi kegagalan bagi dewan penasihat. Leslie juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan penelitian mengenai potensi cedera akibat vaksin, dengan menyatakan bahwa reaksi serius memang jarang terjadi tetapi nyata, dan masyarakat yang merasa terdampak harus ditanggapi secara serius.
Penjelasan CEO Rumah Sakit NIH
Faktanya, NIH telah memiliki pusat penelitian yang meneliti cedera akibat vaksin, dan klinik baru gagasan Kennedy tersebut tidak disertai dengan tambahan dana maupun penambahan ruang klinik. CEO rumah sakit, Jonathan Green, yang mendampingi Leslie dalam pertemuan itu, mengonfirmasi bahwa NIH telah lama melakukan penelitian mengenai keamanan dan efektivitas vaksin selama puluhan tahun dan kegiatan tersebut masih terus berjalan. Green menggambarkan klinik cedera vaksin milik Kennedy tersebut sekadar sebagai protokol baru yang bersifat individu bagi rumah sakit.
Sumber: Ars Technica - All content







