Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengajukan permintaan perpanjangan jam pemungutan suara kepada otoritas pemilu Israel. Permintaan ini langsung mendapat penentangan keras dari partai oposisi utama dan faksi-faksi politik lainnya.
Penolakan dari Pihak Oposisi
Partai oposisi utama yang memimpin dalam jajak pendapat, Yashar, menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk perpanjangan waktu pencoblosan tersebut. Pemungutan suara sendiri dijadwalkan masih berlangsung sekitar tiga setengah jam lagi hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Partai yang dipimpin Gadi Eisenkot menilai langkah permintaan perpanjangan waktu itu sebagai upaya untuk meletakkan dasar bagi tuduhan yang menantang integritas pemilu. Sementara itu, Komite Pemilihan Pusat (CEC) dijadwalkan segera menggelar rapat untuk mempertimbangkan permohonan dari Partai Likud tersebut.
Berbagai Laporan Pelanggaran
Selain perdebatan mengenai jam pemungutan suara, sejumlah pengaduan dari partai-partai politik di blok anti-Netanyahu telah dilayangkan kepada CEC. Partai Yashar melaporkan telah menghubungi komite pemilihan setelah menerima laporan mengenai surat suara mereka yang hilang atau dirusak di berbagai tempat pemungutan suara.
Di sisi lain, Partai Together (B’Yachad) di bawah pimpinan Naftali Bennett mengungkapkan adanya laporan penggunaan aplikasi khusus untuk mengawasi pemilih di wilayah Israel utara. Laporan serupa juga disampaikan oleh Garda Pemilu Sipil, yang mencatat bahwa surat suara untuk Partai Haredi Public di komunitas ultra-Ortodoks sengaja disingkirkan dari bilik suara atau ditumpuk di bawah kertas suara partai lain, seperti dilaporkan oleh Haaretz.
Sumber: World news | The Guardian







