Sucker Punch Productions, pengembang di balik pembuatan game Ghost of Yotei, dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 24 karyawannya pada Senin, seperti dilansir oleh Aftermath. Studio tersebut diperkirakan memiliki sekitar 200 pegawai, meski jumlah pastinya tidak tersedia secara terbuka.
Alasan Pengurangan Karyawan di Sucker Punch
Pihak manajemen studio menyampaikan keputusan tersebut melalui sebuah memo internal kepada para staf. Memo itu menjelaskan bahwa langkah pengurangan pegawai diambil setelah mereka mengamati tantangan pasar serta mengevaluasi kebutuhan tim untuk proyek selanjutnya.
“After carefully observing the challenges in the market and reviewing the team needs for our next project, we’ve decided to make some staffing reductions. Several positions across Sucker Punch will be eliminated as a result,” tulis pihak studio dalam memo kepada karyawan.
Manajemen Sucker Punch menambahkan bahwa keputusan berat tersebut tidak diambil secara sembarangan dan mereka berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada para pekerja yang terdampak selama masa transisi ini. Pengurangan staf ini terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah studio merilis ekspansi game yang mendapat sambutan positif, serta sekitar sepekan sebelum perusahaan induk Sony mengumumkan laporan pendapatan kuartal terbaru mereka.
Kondisi Industri Game Global
Guncangan PHK ini menambah panjang daftar pemutusan tenaga kerja di industri video game yang telah memangkas puluhan ribu karyawan dalam beberapa tahun terakhir. Pekan lalu, EA menutup BioWare dan memangkas sekitar 400 posisi pekerjaan.
Gelombang PHK diperkirakan masih akan berlanjut di masa mendatang. Pada Juli lalu, Xbox mengumumkan rencana untuk merampingkan sekitar 3.200 pekerja dalam rentang 12 bulan ke depan, dengan ratusan di antaranya masih akan menyusul, setelah sebelumnya memberhentikan 268 karyawan pada September.
Sementara itu, nasib studio Arkane sempat berada dalam ketidakpastian setelah dilaporkan harus mencari pembeli hingga 13 November atau menghadapi penutupan. Namun, Microsoft memutuskan untuk memberikan tambahan waktu bagi studio yang sedang merampungkan pengembangan game Marvel’s Blade tersebut.
“We have extended the consultation period by one additional month as we explore options, including finding a partner to support the studio through the development work still ahead,” ujar seorang perwakilan perusahaan kepada PC Gamer pada Jumat, sembari menegaskan komitmen untuk terus memberi informasi kepada Dewan Kerja selama proses berlangsung.






