Ekonomi

Bursa Berjangka AS Stabil Menjelang Pertemuan The Fed

Bursa Berjangka AS Stabil Menjelang Pertemuan The Fed

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat terpantau relatif stabil pada Senin malam menyusul sesi perdagangan yang berakhir positif di Wall Street. Pelaku pasar saat ini bersiap menyambut serangkaian laporan laba perusahaan serta menantikan dimulainya rapat kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed selama dua hari.

Pergerakan Pasar dan Bursa Asia

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 8 poin atau kurang dari 0,1 persen, sementara kontrak berjangka S&P 500 melemah tipis. Sebaliknya, kontrak berjangka Nasdaq-100 mencatatkan kenaikan sebesar 0,1 persen.

Di kawasan Asia, Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 1,7 persen dan indeks Topix bertambah 0,4 persen. Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 3,8 persen serta indeks Kosdaq yang berfokus pada sektor teknologi naik 2,9 persen. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 melemah 0,32 persen.

Sebelumnya, Wall Street membuka pekan ini dengan hasil yang solid di mana indeks Dow Jones menanjak 146,42 poin atau 0,3 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,7 persen dan Nasdaq Composite bertambah 0,8 persen didorong oleh lonjakan saham-saham sektor teknologi.

Sektor kecerdasan buatan mendapat angin segar setelah Anthropic mengajukan penawaran umum perdana atau IPO di bursa Nasdaq. Langkah tersebut menjadi penawaran saham teknologi besar berikutnya untuk tahun 2026, menyusul pencatatan saham perdana SpaceX pada bulan Juni.

Saham Tesla melesat lebih dari 5 persen, sedangkan Nvidia naik 2 persen, disusul kenaikan saham Microsoft serta Amazon. Penguatan tersebut terjadi di tengah tekanan yang sempat dialami sektor kecerdasan buatan akibat kekhawatiran investor mengenai tingginya pinjaman tunai korporasi untuk membiayai pengembangan infrastruktur tersebut.

Agenda Laporan Keuangan dan Kebijakan Suku Bunga

Pada hari Selasa, para pelaku pasar akan mencermati gelombang laporan keuangan kuartal ketiga dari sejumlah perusahaan seperti Coca-Cola, Robinhood, dan Boeing. Raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada akhir pekan ini.

The Fed juga dijadwalkan memulai pertemuan kebijakan moneter terbarunya. Meskipun bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga, para trader akan mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun.

“If, as expected, there is no change in rates, it will still be interesting to see what the vote is after the swings in the last two meetings,” tulis Thomas Block selaku strategi kebijakan Washington di Fundstrat, seperti dilaporkan CNBC. “While the Fed views itself above partisan politics, it would be unlikely that the Fed would move rates a week before a national election.”

Selain laporan keuangan dan rapat bank sentral, para investor juga memantau sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis, meliputi data pesanan barang tahan lama, tingkat keyakinan konsumen, serta laporan penjualan rumah baru.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *