Lifestyle

Biografi Baru Ungkap Dokter Bedah Inspirasi Sherlock Holmes

Biografi Baru Ungkap Dokter Bedah Inspirasi Sherlock Holmes

Karakter detektif fiksi paling terkenal di dunia, Sherlock Holmes, diciptakan oleh Sir Arthur Conan Doyle dan telah menginspirasi berbagai novel, film, serta serial televisi. Namun, sedikit yang mengetahui bahwa sosok di balik tokoh Holmes adalah seorang ahli bedah kenamaan di Universitas Edinburgh, Skotlandia, bernama Joseph Bell, yang pernah menjadi pengajar Doyle ketika sang penulis masih menempuh studi kedokteran.

Karya Terbaru Sejarawan Medis

Kisah hidup Bell diangkat dalam sebuah buku biografi berjudul Sleuth-Hound: The Case of the Real Sherlock Holmes karya sejarawan medis Lindsey Fitzharris. Fitzharris dikenal sebagai komunikator sains yang kerap mengangkat tema-tema medis bersejarah, termasuk buku biografi pionir bedah Joseph Lister berjudul The Butchering Art yang diterbitkan pada 2017 silam.

Selain itu, ia juga menulis The Facemaker pada tahun 2022 mengenai seorang dokter bedah Perang Dunia I bernama Harold Gillies yang memulihkan wajah para prajurit terluka. Pada tahun 2020, Fitzharris memandu sebuah program dokumenter untuk Smithsonian Channel bertajuk The Curious Life and Death Of… yang mengulas kematian sejumlah tokoh terkenal.

Metode Diagnosis Unik

Melalui buku barunya, Fitzharris kembali mengangkat latar kota Edinburgh pada masa lalu yang juga menjadi tempat bagi Arthur Conan Doyle dan Joseph Bell menimba ilmu. Bell dikenal luas memiliki metode diagnosis yang tidak biasa, di mana ia mampu menebak pekerjaan, kebiasaan pribadi, hingga penyakit seseorang hanya dengan mengamatinya.

Dalam sebuah kesempatan, Bell pernah menebak rute perjalanan yang ditempuh seorang pasien menuju rumah sakit dengan mengenali jenis tanah liat yang menempel pada sepatu pasien tersebut, sebuah insiden yang kemudian diadaptasi oleh Doyle ke dalam cerita The Sign of the Four. Bell juga kerap bekerja sama dengan dokter kepolisian setempat untuk membantu menyelidiki sejumlah kasus pembunuhan besar pada masanya.

Dalam wawancara dengan Ars Technica, Lindsey Fitzharris menjelaskan bahwa ketertarikannya menulis buku tentang Bell berawal dari latar belakangnya sebagai sejarawan medis yang mengetahui peran Bell sebagai inspirasi karakter detektif tersebut. Ia menyebutkan bahwa buku biografi komersial mengenai Bell sebelumnya pernah ditulis oleh Ely Liebow pada tahun 1982, sehingga kalangan penggemar Sherlock Holmes telah mengenal sosok Bell melalui buku tersebut, namun ia ingin menyajikan sudut pandang sejarah medis yang lebih mendalam.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *