Teknologi

Ponsel Unggulan Oppo Tak Masuk AS, Warga Dinilai Rugi

Ponsel Unggulan Oppo Tak Masuk AS, Warga Dinilai Rugi

Pasar ponsel pintar global saat ini tidak hanya dikuasai oleh Apple dan Samsung saja. Produsen asal Tiongkok kini semakin menunjukkan taringnya dengan menawarkan keunggulan pada sektor baterai, pengisian daya cepat, dan kualitas kamera yang menyaingi raksasa teknologi asal Amerika Serikat dan Korea Selatan tersebut.

Ekspansi Global dan Tantangan di Amerika Serikat

Oppo baru saja meluncurkan jajaran ponsel kelas atas terbarunya yang berfokus pada fotografi, yakni Find X10 dan Find X10 Pro, di Pulau Mallorca, Spanyol. Pemilihan Spanyol sebagai lokasi peluncuran global bukan tanpa alasan, mengingat negara tersebut merupakan pasar terbesar Oppo di Eropa dan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Berdasarkan data lembaga riset Counterpoint dan Omdia yang dilaporkan CNET, Oppo menempati posisi keempat sebagai produsen ponsel terbesar di dunia berdasarkan pengiriman pada paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan ini terjadi di tengah industri ponsel yang semakin menantang akibat krisis komponen memori atau RAM yang mendorong kenaikan harga serta penurunan pengiriman.

Kepala Analis Omdia, Runar Bjorhovde, menjelaskan dalam pengarahan di acara Oppo bahwa peningkatan penjualan ponsel kelas atas sangat krusial bagi kelangsungan produsen di tengah pasar yang tertekan. Meski demikian, konsumen di Amerika Serikat tidak akan bisa mendapatkan ponsel canggih tersebut.

Oppo dan merek Tiongkok lainnya memilih menghindari pasar Amerika Serikat yang merupakan pasar ponsel premium terbesar dan paling menguntungkan. Menurut Bjorhovde, hambatan masuk ke pasar AS terlampau besar karena produsen Tiongkok tidak memiliki hubungan jangka panjang dengan operator seluler seperti halnya Apple dan Samsung. Faktor hambatan geopolitik juga membuat investasi di AS menjadi terlalu berisiko dan sulit untuk ditingkatkan tanpa modal yang sangat besar.

Persaingan di Eropa dan Strategi Pasar

Sebagai gantinya, dana investasi dialihkan sepenuhnya ke pasar Eropa, di mana Oppo berencana meningkatkan investasinya sebesar 30 persen dalam tiga tahun ke depan. Absennya ponsel seperti Find X10 Pro di AS dinilai sebagai kerugian besar bagi konsumen setempat. Editor at Large CNET, Andrew Lanxon, dalam ulasannya menyebut perangkat tersebut sebagai ponsel bertenaga yang layak menyandang gelar unggulan dengan kualitas kamera terbaik di pasaran.

Kepala Eksekutif Oppo Eropa, Elvis Zhou, menyatakan kepada para jurnalis bahwa dominasi duopoli Apple dan Samsung di pasar Eropa harus dipatahkan agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan yang menarik. Persaingan di pasar Eropa semakin ketat dengan hadirnya Xiaomi, Honor, dan Vivo yang juga mengincar pangsa pasar di kawasan tersebut.

Dalam membidik segmen premium, riset Omdia menunjukkan bahwa pembeli mengutamakan kualitas kamera serta nilai estetika dan status merek. Oppo menyasar generasi Z yang berusia di bawah 35 tahun, yang dinilai lebih rasional dalam mengambil keputusan pembelian berdasarkan informasi dari kecerdasan buatan dan media sosial dibandingkan sekadar mengikuti nama merek.

Strategi tersebut telah mendongkrak pangsa pasar Eropa Oppo untuk seri Find X9 hingga melipatgandakan perolehan mereka antara tahun 2025 dan 2026. Kendati persaingan antar-produsen Tiongkok di Eropa sangat ketat, Zhou menegaskan bahwa perusahaannya siap menjalani strategi jangka panjang dengan penuh kesabaran.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *