Perhitungan kawah menunjukkan sebagian besar permukaan Mars berusia lebih dari tiga miliar tahun, namun potongan batu Mars di Bumi menceritakan kisah yang berbeda. Tiga kelas utama meteorit Mars yaitu shergottites, nakhlites, dan chassignites, seluruhnya berusia 2,4 miliar tahun atau lebih muda. Hingga kini, hanya ada dua meteorit Mars purba yang diketahui, yakni Allan Hills 84001 yang ditemukan di Antartika serta batu campuran dari Afrika barat laut dengan julukan Black Beauty. Kini para ilmuwan telah menemukan batu ketiga.
Penemuan Meteorit Purba Teghaza 001
Tim peneliti yang dipimpin oleh ilmuwan planet dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Yang Liu, menunjukkan bahwa sebuah meteorit Mars bernama Teghaza 001 yang ditemukan di Gurun Sahara, Mali, pada tahun 2022, terbentuk setidaknya 4,1 miliar tahun yang lalu. Menurut Liu, batu tersebut sangat tua dan memiliki kemiripan dengan beberapa batuan tertua di Bumi.
Liu menjelaskan bahwa para peneliti belum memahami sepenuhnya mengapa batuan Mars yang berusia tua sangat langka di Bumi. Sebagian jawabannya berkaitan dengan proses terlemparnya pecahan batu dari planet tersebut. Dibutuhkan hantaman tumbukan yang sangat besar untuk melontarkan sebuah batu keluar dari planet, dan tidak semua jenis batu mampu bertahan dalam proses tersebut.
Tumbukan alami tersebut bertindak sebagai penyaring karena batuan yang rapuh tidak akan mampu keluar dari gravitasi Mars. Hal ini membuat koleksi meteorit Mars yang ada di Bumi menjadi tidak merata. Liu menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada meteorit Mars koleksi ilmuwan yang benar-benar mirip dengan kondisi batuan di permukaan planet merah tersebut.
Pengecualian parsial terdapat pada batu Black Beauty yang komposisi kimianya cocok dengan pengukuran dari orbit. Namun, Black Beauty merupakan gabungan dari tanah dan banyak pecahan batuan kecil. Sebaliknya, Teghaza 001 merupakan batu utuh berjenis batuan beku tunggal.
Sumber: Ars Technica - All content








