Kepolisian Manchester meyakini para pelaku kriminal merekrut warga rentan, termasuk anak-anak, untuk merusak rumah-rumah yang dicurigai sebagai rumah sewa bersama atau *houses in multiple occupation* (HMO). Puluhan properti menjadi sasaran di wilayah Greater Manchester dalam beberapa pekan terakhir, terutama di Salford, serta Stockport dan Tameside.
Sasaran Properti dan Bentuk Perusakan
Bangunan yang diserang meliputi rumah HMO maupun properti lain yang keliru disangka sebagai HMO. Menurut laporan The Guardian, aparat kepolisian telah menerima sedikitnya 46 laporan terpisah terkait perusakan kriminal yang turut menyasar kendaraan roda empat di sekitar lokasi.
Para pelaku memecahkan kaca jendela serta menyemprotkan cat semprot berisi makian di dinding dan pintu rumah. Sasaran tersebut dipilih karena muncul keyakinan di tengah pelaku bahwa bangunan-bangunan itu menampung para imigran atau pengungsi.
Kepala Pengawas Kepolisian Marcus Noden menyatakan bahwa pihaknya menduga individu rentan dimanfaatkan dan diberi imbalan untuk merusak bangunan yang mereka yakini sebagai HMO. Beberapa pihak yang dieksploitasi tersebut diyakini merupakan anak-anak.
Pemerintah Kota Salford juga telah menurunkan spanduk pinggir jalan yang memuat penolakan terhadap HMO migran. Pihak dewan kota menilai spanduk tersebut berpotensi menyebarkan informasi keliru, memperburuk masalah kerukunan antarwarga, serta memicu tindakan provokatif.
Peran Media Sosial dan Penangkapan Pelaku
Kepolisian mengungkapkan bahwa aksi yang dimulai sejak 5 Oktober tersebut turut didorong oleh penyebaran pesan melalui media sosial ke berbagai wilayah. Unggahan yang menampilkan foto-foto rumah rusak mendulang ratusan komentar, dengan sebagian warganet memberikan dukungan dan memprediksi kekerasan lanjutan.
Di sisi lain, kampanye perusakan ini juga mendapat kecaman, termasuk dari para penyintas kekerasan dalam rumah tangga yang baru saja ditempatkan di HMO. Menanggapi rangkaian kejahatan ini, aparat kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi aksi tersebut dan terus memburu para pelaku serta dalang yang memanfaatkan anak-anak.
Sejumlah penangkapan telah dilakukan oleh kepolisian sehubungan dengan gelombang perusakan ini, termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun pada penindakan sebelumnya. Terbaru, seorang pria berusia 42 tahun ditangkap atas dugaan perusakan di sebuah alamat di Salford pada malam hari dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan.
Sumber: World news | The Guardian







