Daftar Isi
Akhir pekan depan di Murrayfield, tim nasional rugby Skotlandia akan menghadapi All Blacks dari Selandia Baru untuk ke-34 kalinya. Dalam sejarah pertemuan yang berjalan selama 111 tahun sejak kedua negara pertama kali bertanding, rekor kemenangan masih dipegang Selandia Baru dengan 31 kemenangan dan dua kali imbang.
Perbedaan Mentalitas Pemain dan Pelatih
Berbicara dalam siniar Scotland Rugby Podcast saat mengumumkan skuad untuk Nations Championship, Gregor Townsend mengenang masa-masa sulitnya sebagai pemain saat menghadapi Selandia Baru, termasuk kekalahan telak 62-31 dan 69-20. Menurutnya, kompleks inferioritas yang dirasakan oleh generasinya dulu kini sudah tidak ada lagi.
Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut bagaikan dua masa kehidupan yang berbeda. Sebagai pemain, ia merasa timnya tidak pernah meyakini bisa memenangi pertandingan melawan Selandia Baru. Sebaliknya, sebagai pelatih, ia telah memimpin Skotlandia menghadapi All Blacks sebanyak tiga kali di Edinburgh dengan kekalahan tipis, yakni 25-17 pada 2025, 31-23 pada 2023, dan 22-17 pada 2017.
“Saya merasa setiap kali kami bermain melawan mereka, kami memiliki peluang untuk menang dan keyakinan itu ada,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa timnya terkadang hanya kurang ketenangan dan gagal memanfaatkan peluang, seperti saat menyamakan kedudukan 17-17 tahun lalu sebelum akhirnya kalah.
Peluang Tur ke Belahan Bumi Selatan
Bulan-bulan mendatang menjadi periode krusial bagi Skotlandia yang akan menyelesaikan ajang Nations Championship, dilanjutkan dengan Six Nations terakhir bagi Townsend, laga pemanasan Piala Dunia melawan Selandia Baru di Dunedin, hingga putaran final Piala Dunia. Selandia Baru tercatat belum pernah menjamu Skotlandia dalam laga tandang uji coba sejak tahun 2000.
Menurut Townsend, kalender global yang telah berubah kini menguntungkan Skotlandia karena membuka kesempatan untuk bertanding melawan tim-tim kuat belahan bumi selatan di kandang mereka. Ia menilai kesempatan tersebut sangat bagus untuk persiapan skuadnya menghadapi Piala Dunia setelah sekian lama absen melakoni laga tandang ke Selandia Baru.
Pemanggilan Pemain Baru dan Kejutan Skuad
Dalam pengumuman skuad terbarunya, Townsend memasukkan nama Ollie Leatherbarrow, flanker Newcastle Red Bulls berusia 24 tahun yang baru menjadi starter satu kali di klubnya musim ini. Pemanggilan pemain yang pernah memperkuat tim U-20 Skotlandia tersebut sempat mengejutkan publik karena mengenyampingkan nama-nama seperti Magnus Bradbury dan Freddy Douglas.
Townsend menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pemantauan staf pelatih selama enam bulan terakhir dan statistik bawaan bola pemain tersebut yang dinilai sangat baik. Ia ingin melihat langsung kapasitas Leatherbarrow untuk menilai kelayakannya bersaing jelang musim gugur, sementara para pemain lain yang tidak terpanggil dinilai masih dalam persaingan ketat akibat ketatnya persaingan posisi.
Inovasi Teknik Bola Atas dari AFL
Untuk mempertajam permainan, Townsend mendatangkan pelatih spesialis dari luar cabang olahraga rugby, yakni Justin Longmuir yang merupakan pelatih klub Fremantle Dockers di Australian Football League (AFL). Kehadiran Longmuir diharapkan dapat membantu para pemain Skotlandia dalam memenangkan perebutan bola di udara.
Townsend menyebutkan bahwa pihaknya mulai mengadopsi prinsip dan bahasa yang digunakan dalam AFL, termasuk teknik dalam memenangi bola baik saat melompat maupun saat berada di tanah. Seluruh rangkaian pertandingan berat, mulai dari menghadapi Selandia Baru, Australia, hingga Jepang pada November mendatang, menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia di Australia.
Sumber: BBC Sport







