Daftar Isi
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA secara diam-diam mengumumkan rencana untuk menutup arsip web online miliknya pada akhir tahun. Langkah tersebut berpotensi menghapus puluhan ribu sumber daya lingkungan yang dapat diakses publik dari internet.
Ancaman Bagi Transparansi dan Catatan Sejarah
Pemberitahuan lewat spanduk tersembunyi tersebut muncul di tengah langkah publik Administrator EPA Lee Zeldin yang baru-baru ini mencabut standar polusi pembangkit listrik dan sistem regulasi metana federal. Menurut salah satu pendiri Environmental Data and Governance Initiative (EDGI) Gretchen Gehrke, arsip online EPA menyediakan informasi mengenai berbagai isu lingkungan serta kebijakan masa lalu yang mencakup kurun waktu sedikitnya 20 tahun.
Gretchen Gehrke menyatakan kepada Mother Jones bahwa informasi tersebut tidak dapat digantikan dan akan hilang selamanya apabila arsip tersebut ditutup. Selama beberapa dekade, arsip web itu berfungsi sebagai sumber daya yang sangat penting bagi para peneliti, legislator, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas untuk pengawasan demokratis.
Upaya Penutupan Sebelumnya
Keputusan ini bukan kali pertama bagi badan lingkungan tersebut dalam upaya menutup arsip web online mereka. Pada akhir Januari 2022, EPA di bawah pemerintahan Biden mengumumkan rencana penghentian repositori online dengan alasan biaya pemeliharaan keuangan yang mencapai sekitar dua juta dolar AS setiap tahun.
Pengumuman itu menuai kecaman cepat dari koalisi aktivis lingkungan, sejarawan, serta pustakawan yang menilai tindakan tersebut menciptakan celah besar dalam catatan sejarah. Setelah menghadapi gelombang protes publik selama lima bulan, pihak EPA akhirnya menunda penutupan tersebut selama satu tahun hingga Juli 2023.
Pada Maret 2023, lembaga tersebut kembali melonggarkan keputusan dengan mengubah pengumuman bahwa arsip web online tersebut sekadar memasuki masa pensiun tanpa mencantumkan tanggal akhir yang pasti. Selama tiga setengah tahun terakhir, sumber daya online itu tetap dapat diakses oleh publik meskipun tidak lagi diperbarui, sampai akhirnya EPA memperbarui tanggal kedaluwarsa menjadi 31 Desember 2026 beberapa pekan lalu.
Dampak Terhadap Pengawasan dan Penegakan Hukum
Meskipun memiliki kendala teknis seperti tautan yang rusak dan kemampuan pencarian yang terbatas, arsip tersebut menyimpan puluhan ribu dokumen EPA yang berasal dari era 1990-an dan tidak tersedia di tempat lain. Berbagai titik balik politik lingkungan dapat dilacak melalui arsip ini, termasuk Inisiatif Clear Skies Presiden George W. Bush pada tahun 2003 serta Clean Power Plan Presiden Barack Obama pada tahun 2015.
Repositori arsip ini juga berfungsi sebagai alat penegakan hukum dan pengawasan lingkungan. Dokumen penyelidikan pencemaran di Pangkalan Korps Marinir Camp Lejeune di Carolina Utara yang disimpan dalam arsip membantu warga dan prajurit mengevaluasi paparan bahan kimia.
Di sisi lain, langkah terbaru EPA ini dinilai dapat semakin melemahkan kepercayaan publik di tengah rendahnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Kursi ketua pertama bidang kerahasiaan pemerintah di Freedom of Press Foundation Lauren Harper menuliskan melalui surel bahwa desakan EPA untuk menutup arsip web hanya akan terus mengikis kepercayaan publik pada saat masyarakat dan pembuat kebijakan sangat membutuhkan informasi tersebut.
Pihak EPA menyatakan bahwa informasi historis masih dapat ditemukan di dalam koleksi cuplikan atau snapshot milik lembaga tersebut. Namun, para pengamat meragukan apakah seluruh isi arsip akan tetap bertahan di tengah pemangkasan dana program federal. Pihak EPA sendiri belum memberikan tanggapan ketika dimintai komentar.
Sumber: Hacker News: Front Page







